Semuanya adalah kata pengisi — dalam bahasa Spanyol disebut muletilla atau palabra de relleno.
Dan kabar baiknya: kamu tidak perlu menghafal artinya satu per satu. Keempatnya bisa dibedakan cuma dengan satu pertanyaan — “aku lagi mengulur waktu untuk apa?”
- 1 Kenapa kamu diam, padahal kamu tahu mau bilang apa
- 2 Empat kata pengisi Spanyol, dibagi menurut “mengulur waktu untuk apa”
- 3 Trik satu detik: lihat arah waktunya
- 4 Yang khas untuk penutur bahasa Indonesia: partikel akhir kalimat itu tidak ada di Spanyol
- 5 Peringatan penting: jangan pakai semuanya sekaligus
- 6 Latihan tiga langkah untuk memasang kebiasaan barunya
- 7 Rangkuman: kata pengisi bahasa Spanyol
Kenapa kamu diam, padahal kamu tahu mau bilang apa
Ini situasi yang kemungkinan besar pernah kamu alami. Lawan bicara bertanya sesuatu. Kamu tahu jawabannya. Kamu bahkan tahu kata-katanya. Tapi ada jeda satu detik untuk menyusunnya di kepala — dan di jeda satu detik itu, mulutmu diam total.
Lawan bicara lalu mengira kamu tidak paham pertanyaannya, dan mulai mengulang pertanyaan dengan lebih pelan. Percakapan jadi canggung. Padahal kamu cuma butuh satu detik.
Nah, ya kan? Dan yang menarik — kamu sebenarnya sudah punya alat untuk ini di bahasa Indonesia.
Coba dengar dirimu sendiri saat ngobrol pakai bahasa Indonesia: “eee…”, “anu…”, “apa ya…”, “gimana ya…”, “maksudnya…”, “terus…”, “jadi…”. Kamu memakainya terus-menerus tanpa sadar.
Ini bukan cuma kesan. Sebuah penelitian psikolinguistik terhadap ujian berbicara bahasa Indonesia (Nugraha & Tarmini, Deskripsi Bahasa, UGM, 2023) menghitung filler yang keluar dari mulut sembilan siswa. Hasilnya:
Temuan penelitian tentang filler dalam bahasa Indonesia
・Filler non-leksikal (bunyi seperti “eee”, “hmm”) = 67%
・Filler kata (misalnya “apa”, “seperti”) = 27%
・Filler frasa (misalnya “menurut saya”) = 6%Bunyi “eee” saja muncul 133 kali. Dari sisi fungsi, 66% filler dipakai untuk hesitation — yaitu persis “mengulur waktu sambil berpikir”.
※Sumber: Edy Nugraha & Wini Tarmini (2023), “Produksi Fillers dalam Ujian Berbicara Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum IGCSE: Tinjauan Psikolinguistik”, Deskripsi Bahasa Vol. 6 No. 2, Universitas Gadjah Mada.
Perhatikan angka pertama: 67% berupa bunyi, bukan kata. Dan di sinilah letak masalahnya.
Bunyi “eee” itu bunyi Indonesia. Kalau kamu membawanya ke percakapan Spanyol, orang Spanyol tidak menangkapnya sebagai “oh, dia sedang berpikir”. Mereka cuma mendengar bunyi asing yang menggantung. Jadi masalahmu bukan “aku tidak bisa mengisi jeda” — kamu sudah sangat ahli mengisi jeda. Masalahmu adalah kamu mengisinya dengan bahan yang salah.
Empat kata pengisi Spanyol, dibagi menurut “mengulur waktu untuk apa”
Kalau kamu cari di kamus satu per satu, keempat kata ini kelihatan tidak nyambung. Este artinya “ini”. Pues artinya “karena”. O sea artinya “atau jadilah”. A ver artinya “untuk melihat”. Membingungkan.
Tapi begitu kamu berhenti melihat artinya dan mulai melihat pekerjaannya, semuanya langsung rapi:
Empat kata pengisi bahasa Spanyol dalam satu tabel
este ⇒ kamu sedang mencari sebuah kata (setara “anu…” / “apa ya…”)
pues ⇒ kamu sedang menyusun sebuah jawaban (setara “ya…” / “hmm, gini…”)
o sea ⇒ kamu sedang mengulang yang barusan dengan kata lain (setara “maksudnya…”)
a ver ⇒ kamu akan mulai berpikir atau memeriksa sesuatu (setara “coba lihat…” / “sebentar ya…”)
Empat pekerjaan yang berbeda, dan hampir tidak tumpang tindih. Mari kita lihat satu per satu.
1. este — saat kata yang kamu cari tidak keluar
Ini yang paling dekat dengan “anu…” dalam bahasa Indonesia, dan kemiripannya bukan kebetulan.
Kata este aslinya adalah kata tunjuk, artinya “ini” (este libro = buku ini). Kamus resmi bahasa Spanyol, Diccionario de la lengua española (DLE) dari Real Academia Española, mencatat este juga sebagai kata seru bahasa percakapan dengan contoh “Este… Quería contarles algo grave.” dan catatan “U. especialmente en Am.” — artinya terutama dipakai di Amerika Latin, dan Meksiko adalah pusatnya.
Jadi este adalah kata tunjuk yang berubah jadi bunyi ragu. Persis seperti anu: KBBI mendefinisikan anu sebagai “sesuatu yang namanya terlupa atau tidak diketahui”. Dua-duanya adalah penunjuk kosong yang kamu taruh di tempat kata yang belum ketemu.
Contoh
・Este… ¿cómo se dice…? Ah, sí, «paraguas».
(Anu… apa ya istilahnya…? Ah iya, «payung».)
⇒ Pelajari lebih dalam: Este Artinya Apa? Kata Tunjuk yang Jadi “Anu”-nya Orang Spanyol
2. pues — saat kamu sedang menyusun jawaban
Kalau este mencari kata, pues menyusun jawaban. Tempatnya sangat khas: tepat sebelum kamu menjawab sebuah pertanyaan.
Menurut DLE, pues berasal dari bahasa Latin post yang berarti “setelah”, dan aslinya adalah kata sambung yang menyatakan sebab atau alasan (Háblale tú, pues lo conoces más que yo. = “Kamu saja yang bicara, karena kamu lebih kenal dia daripada aku”). Dalam percakapan sehari-hari, fungsi “sebab” itu memudar dan yang tersisa adalah fungsi menahan giliran bicara.
Contoh
・—¿Te gustó la película? —Pues… la verdad, no mucho.
(—Kamu suka filmnya? —Hmm… jujur ya, nggak terlalu.)
⇒ Pelajari lebih dalam: Pues Artinya Apa? Kata Sambung yang Jadi Jeda Sebelum Menjawab
3. o sea — saat kamu ingin mengulang dengan kata yang lebih jelas
Ini yang setara dengan “maksudnya…” atau “gini lho…”.
Bedanya dengan dua yang di atas: o sea tidak dipakai saat kamu belum mulai bicara. Kamu memakainya setelah kalimatmu keluar, saat kamu merasa kalimat itu kurang pas dan ingin memperbaikinya.
DLE mencatat o sea sebagai ungkapan yang sama artinya dengan es decir (“yaitu”). Real Academia Española juga memberi contoh: “Vienen todos; o sea, somos seis.” (“Semuanya datang; jadi, kita berenam.”)
Satu hal penting sejak sekarang: tulisannya selalu dua kata, “o sea”. Menulisnya jadi satu kata, “osea”, adalah kesalahan.
Contoh
・No puedo ir mañana, o sea, tengo que trabajar todo el día.
(Besok aku nggak bisa datang, maksudnya, aku harus kerja seharian.)
⇒ Pelajari lebih dalam: O Sea Artinya Apa? Cara Bilang “Maksudnya…” dalam Bahasa Spanyol
4. a ver — saat kamu baru akan mulai berpikir atau memeriksa
Yang terakhir menghadap ke depan. A ver secara harfiah “untuk melihat”, dan menurut Wiktionary bentuk ini adalah penyingkatan dari vamos a ver (“mari kita lihat”).
Jadi maknanya sangat mirip dengan “coba lihat…”, “sebentar ya…”, atau “gimana ya…” dalam bahasa Indonesia: kamu mengumumkan bahwa proses berpikirnya baru mau dimulai.
Ada satu jebakan besar di sini, dan itu jebakan menulis: a ver dan haber bunyinya persis sama dalam bahasa Spanyol.
Contoh
・A ver… ¿dónde puse las llaves?
(Coba lihat… di mana ya tadi aku taruh kuncinya?)
⇒ Pelajari lebih dalam: A Ver Artinya Apa? “Coba Lihat…” dan Jebakan Ejaan haber
Trik satu detik: lihat arah waktunya
Kalau kamu harus memilih di tengah percakapan, jangan pikirkan artinya. Pikirkan ke mana kata itu menghadap.
Arah waktu keempat kata pengisi
o sea ⇒ menoleh ke BELAKANG(menangani kalimat yang sudah kamu ucapkan)
a ver ⇒ menghadap ke DEPAN(menangani kalimat yang belum kamu ucapkan)
este ⇒ berhenti di satu KATA(yang macet cuma satu kata)
pues ⇒ berhenti di seluruh JAWABAN(yang macet adalah isi jawabanmu)
Perhatikan bahwa pembagiannya bekerja dua lapis. Pasangan pertama (o sea / a ver) dibedakan oleh arah waktu. Pasangan kedua (este / pues) dibedakan oleh ukuran yang macet — satu kata, atau seluruh jawaban.
Yang khas untuk penutur bahasa Indonesia: partikel akhir kalimat itu tidak ada di Spanyol
Ini poin yang paling sering terlewat, dan sekaligus paling berguna.
Dalam bahasa Indonesia, sebagian besar “pelembut” dan “penyetel nada” percakapan diletakkan di akhir kalimat. Pikirkan sih, dong, kok, lho, ya, kan, deh, nih.
Kalimat yang sama bisa terdengar sangat berbeda hanya karena partikel terakhirnya:
“Aku nggak tahu kok.” ⇒ membela diri dengan lembut
“Aku nggak tahu sih.” ⇒ santai, tidak terlalu peduli
“Aku nggak tahu lho.” ⇒ mengingatkan lawan bicara
Bahasa Spanyol tidak punya sistem seperti ini. Tidak ada satu suku kata di ujung kalimat yang mengubah nadanya. Akibatnya, banyak pelajar Indonesia mengucapkan kalimat Spanyol yang tata bahasanya sempurna tapi terdengar datar, tumpul, atau bahkan agak galak — lalu bingung kenapa, dan mulai mencari-cari “kata pelembut” untuk ditaruh di belakang. Kata itu tidak akan ketemu, karena memang tidak ada.
Kuncinya di sini: bahasa Spanyol memindahkan pekerjaan itu ke DEPAN kalimat.
Pekerjaan yang di bahasa Indonesia dikerjakan oleh sih, dong, kok di belakang, di bahasa Spanyol dikerjakan oleh pues, o sea, a ver di depan. Posisinya kebalikan, tapi tugasnya sama.
Coba bandingkan langsung:
Indonesia menaruh di belakang, Spanyol menaruh di depan
“Nggak terlalu suka sih.”
⇒ «Pues… no mucho.»
“Maksudnya, aku nggak sempat lho.”
⇒ «O sea, no tuve tiempo.»
“Sebentar ya, aku cek dulu.”
⇒ «A ver, déjame revisar.»
Begitu kamu sadar bahwa posisinya cuma ditukar dari belakang ke depan, kebiasaan bahasa Indonesiamu berubah dari penghalang menjadi keuntungan. Kamu sudah tahu kapan butuh melembutkan kalimat — kamu tinggal memindahkan tangannya ke sisi yang lain.
Peringatan penting: jangan pakai semuanya sekaligus
Setelah membaca artikel seperti ini, godaan yang muncul biasanya: “Oke, aku hafal keempatnya, terus aku pakai semuanya.”
Jangan. Itu justru cara tercepat untuk terdengar aneh.
Ingat istilah yang kita sebut di awal: muletilla. Kata ini punya asal-usul yang sangat jujur. Menurut DLE, muletilla adalah bentuk kecil dari muleta — yaitu tongkat penyangga, alat bantu jalan orang yang kakinya cedera. Dan definisinya: “Voz o frase que alguien repite mucho por hábito” — “kata atau frasa yang seseorang ulang-ulang terus karena kebiasaan”.
Gambarannya pas sekali. Tongkat penyangga itu menolong kalau kamu memang butuh. Tapi kalau kamu memakai empat tongkat sekaligus untuk jalan santai, orang justru akan menatapmu.
・Pilih SATU untuk dikuasai lebih dulu.
Rekomendasiku: pues (paling luas dipakai di seluruh dunia berbahasa Spanyol) atau este (kalau lawan bicaramu kebanyakan orang Meksiko). Kuasai satu sampai keluar otomatis, baru tambah yang kedua.
・Jangan ulang kata yang sama dalam satu kalimat.
«O sea, es que, o sea, no sé, o sea…» — ini terdengar sangat mencolok di telinga orang Spanyol, dan kesannya bukan “lancar” tapi “gugup”.
・Diam sejenak itu TIDAK aneh.
Ini yang paling sering tidak dipercaya orang. Jeda satu-dua detik untuk berpikir adalah hal yang normal dalam percakapan Spanyol. Kamu tidak wajib mengisi setiap milidetik.
Betul sekali. Satu kata pengisi yang keluar otomatis dan pas waktunya jauh lebih berharga daripada empat kata yang kamu tempelkan sambil berpikir keras.
Orang yang terdengar fasih itu bukan orang yang tidak pernah berhenti — tapi orang yang berhentinya terdengar wajar.
Latihan tiga langkah untuk memasang kebiasaan barunya
Kata pengisi tidak bisa dihafal seperti kosakata biasa, karena kamu memakainya justru di saat otakmu sedang sibuk. Jadi latihannya harus sampai ke level refleks.
Cara memasang satu kata pengisi ke dalam refleksmu
Langkah 1 — Rekam dirimu sendiri (dalam bahasa Indonesia).
Bicara dua menit tentang hari-harimu, lalu dengarkan ulang. Hitung berapa kali kamu bilang “eee”, “anu”, “apa ya”. Angkanya biasanya mengejutkan. Kamu harus tahu kebiasaanmu sebelum bisa menggantinya.
Langkah 2 — Pilih satu pengganti, dan cuma satu.
Misalnya pues. Setiap kali kamu merasa “eee” mau keluar saat berlatih Spanyol, ucapkan «pues…» sebagai gantinya. Jangan pikirkan tiga yang lain dulu.
Langkah 3 — Latih dengan pertanyaan, bukan dengan daftar kata.
Suruh dirimu menjawab pertanyaan acak (¿Qué hiciste ayer? ¿Te gusta el café?) dan wajibkan setiap jawaban dimulai dengan «Pues…». Setelah sekitar seratus kali, kata itu berhenti terasa seperti pelajaran dan mulai keluar sendiri.
Rangkuman: kata pengisi bahasa Spanyol
Berikut ringkasan semua yang kita bahas hari ini.
⇒este = mencari satu kata / pues = menyusun jawaban / o sea = mengulang dengan kata lain / a ver = baru akan mulai berpikir
●Trik satu detik ⇒ o sea menoleh ke belakang, a ver menghadap ke depan
●Untuk penutur bahasa Indonesia ⇒ pekerjaan sih / dong / kok / lho yang ada di akhir kalimat, di bahasa Spanyol pindah ke awal kalimat
●Peringatan terpenting ⇒ kuasai satu dulu (pues atau este). Memakai semuanya sekaligus justru membuatmu terdengar gugup, dan diam sejenak itu wajar
Kalau kamu cuma ingat satu hal dari artikel ini, ingat ini: kamu sudah punya kebiasaannya, kamu cuma perlu tukar bahannya.
Silakan lanjut ke artikel masing-masing kata di bawah ini untuk melihat contoh dan jebakannya lebih detail!
Baca lanjutannya per kata
・Este Artinya Apa? Kata Tunjuk yang Jadi “Anu”-nya Orang Spanyol
・Pues Artinya Apa? Kata Sambung yang Jadi Jeda Sebelum Menjawab
・O Sea Artinya Apa? Cara Bilang “Maksudnya…” dalam Bahasa Spanyol
・A Ver Artinya Apa? “Coba Lihat…” dan Jebakan Ejaan haber
Real Academia Española, Diccionario de la lengua española — entri «este, esta», «pues», «ver», «ser», «muletilla»(https://dle.rae.es/)
Real Academia Española, «¿Se escribe “o sea” u “osea”?», Duda lingüística(https://www.rae.es/duda-linguistica/se-escribe-o-sea-u-osea)
Edy Nugraha & Wini Tarmini (2023), “Produksi Fillers dalam Ujian Berbicara Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum IGCSE: Tinjauan Psikolinguistik”, Deskripsi Bahasa 6(2), Universitas Gadjah Mada(https://jurnal.ugm.ac.id/v3/DB/article/view/9760)
Kamus Besar Bahasa Indonesia — entri «anu»(https://kbbi.web.id/anu)
Wiktionary — entri «a ver», «o sea», «pues», «este»(https://en.wiktionary.org/)