Cara Minta Maaf dalam Bahasa Spanyol: Lo Siento, Perdón, Disculpa, dan Cara Membalasnya

Kodak
Hari ini kita bahas satu tema yang kelihatannya gampang tapi bikin banyak pemula tersandung: cara minta maaf dalam bahasa Spanyol.

Dalam bahasa Indonesia, kamu tinggal bilang “maaf” dan urusan selesai, ya kan? Nabrak orang di angkot, telat bales chat, denger kabar duka, mau nanya jalan ke orang asing, semuanya bisa pakai maaf.

Nah, di bahasa Spanyol situasi itu pecah jadi tiga kata yang berbeda. Dan yang bikin bingung, pembagiannya bukan soal sopan atau kasar.

Hah, bukan soal sopan? Tapi kan biasanya kalau ke orang yang lebih tua kita pakai kata yang lebih halus…
Kodak
Itu dia titik yang paling sering salah dipahami! Justru di sinilah bahasa Spanyol jalannya beda banget dari cara pikir kita.

Tenang, di artikel ini aku bakal urai pelan-pelan dari nol. Setelah baca sampai habis, kamu bakal ngerti kapan pakai yang mana, dan yang lebih penting lagi: kamu juga bisa membalas kalau ada orang minta maaf ke kamu.

Kenapa orang Indonesia gampang bingung soal minta maaf dalam bahasa Spanyol

Sebelum masuk ke kata-kata Spanyolnya, aku mau kamu sadar dulu satu hal tentang bahasa kita sendiri. Karena akar kebingungannya justru ada di situ.

Coba perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini. Semuanya pakai kata maaf, tapi maksudnya sebenarnya beda-beda jauh:

Satu kata “maaf”, lima situasi berbeda

1. “Maaf, aku nggak sengaja.” (baru saja menyenggol orang)
2. “Maaf ya, aku bener-bener nyesel udah bikin kamu kecewa.” (penyesalan serius)
3. “Maaf, boleh tanya sebentar?” (mau menyapa orang asing)
4. “Turut berduka, maaf ya.” (menghibur orang yang berduka)
5. “Maaf, bisa diulang? Aku nggak denger.” (minta pengulangan)

Lima situasi, satu kata. Bahasa Indonesia memang efisien banget di sini. Kalaupun ada variasi, paling cuma permisi yang khusus dipakai buat menyapa atau numpang lewat.

Masalahnya muncul waktu kamu belajar bahasa Spanyol. Otak kamu otomatis nyari “satu kata pengganti maaf”. Kamu buka kamus, ketemu lo siento, lalu kamu pakai itu buat kelima situasi di atas.

Dan hasilnya… agak aneh di telinga orang Spanyol.

Aneh gimana tuh? Kan artinya sama-sama “maaf”?
Kodak
Bayangin begini deh. Kamu nggak sengaja nyenggol bahu orang di stasiun, terus kamu bilang:

“Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya.”

Orangnya pasti kaget kan? Nah, kira-kira segitu lebay-nya kalau kamu pakai lo siento buat nyenggol orang.

Waduh, ternyata separah itu ya. Berarti selama ini aku salah pakai terus dong…

Jebakan tambahan: kamu mungkin hafal lewat bahasa Inggris

Ada satu jebakan lagi yang khusus menimpa pelajar Indonesia, dan ini sering nggak disadari.

Kebanyakan dari kita belajar bahasa Spanyol lewat bahasa Inggris dulu. Entah dari aplikasi, video YouTube, atau kamus dwibahasa. Jadi di kepala kita terbentuk rantai seperti ini:

maaf (Indonesia) → sorry (Inggris) → lo siento (Spanyol)

Kelihatannya rapi. Tapi masalahnya, kata sorry dalam bahasa Inggris sama multifungsinya dengan “maaf”. Bahasa Inggris punya sorry, excuse me, pardon, dan my condolences, tapi pelajar biasanya cuma hafal sorry saja.

Jadi rantai tadi sebenarnya menumpuk dua kekacauan sekaligus. Kita bawa kemultifungsian maaf, ditambah kemultifungsian sorry, lalu kita tumpahkan semuanya ke satu kata Spanyol.

Kodak
Makanya saranku: untuk tema ini, lupakan dulu jalur bahasa Inggris.

Kita langsung hubungkan dari cara pikir bahasa Indonesia ke bahasa Spanyol. Percaya deh, jauh lebih cepat masuknya!

Kunci utamanya: bahasa Spanyol memilih berdasarkan “apa yang terjadi”

Ini bagian terpenting dari seluruh artikel. Kalau cuma satu hal yang kamu ingat hari ini, ingat yang ini.

Prinsip inti ekspresi maaf bahasa Spanyol

Bahasa Spanyol memilih kata maaf berdasarkan APA YANG TERJADI
— bukan berdasarkan siapa lawan bicaranya.

Coba bandingkan dengan cara pikir kita. Dalam bahasa Indonesia, kalau mau terdengar lebih sopan ke orang yang lebih tua atau ke atasan, kita ubah kemasannya: dari “maaf ya” jadi “mohon maaf sebelumnya”, dari “aku” jadi “saya”. Isinya tetap sama, cuma lapisannya yang ditebalkan.

Bahasa Spanyol tidak begitu. Yang menentukan pilihan kata adalah jenis peristiwanya:

  • Apakah ada perasaan menyesal atau simpati yang mau kamu sampaikan? → lo siento
  • Apakah kamu baru saja melakukan kesalahan kecil? → perdón
  • Apakah kamu mau merepotkan orang sebentar? → disculpa / disculpe

Perhatikan kata “baru saja” dan “mau” di dua poin terakhir. Ada sumbu waktu di situ. Satu menengok ke belakang, satu lagi menengok ke depan.

Oh, jadi bedanya itu soal urutan waktu ya? Sebelum atau sesudah kejadian, gitu?
Kodak
Tepat sekali, kamu nangkep cepat! Itu salah satu pegangan yang paling praktis.

perdón dilempar setelah sesuatu terjadi. disculpa dipasang sebelum kamu merepotkan orang.

Sementara lo siento berada di jalur yang lain lagi: dia bukan soal waktu, tapi soal perasaan.

Kabar baiknya: kamu sebenarnya sudah punya pembagian ini

Meskipun bahasa Indonesia mengandalkan maaf untuk hampir semuanya, sebenarnya kita punya satu kata yang perannya sudah terpisah rapi: permisi.

Coba rasakan bedanya:

“Permisi, numpang lewat.”
“Permisi, mau tanya sebentar.”

Di dua kalimat ini kamu belum melakukan kesalahan apa pun. Kamu cuma memberi tanda bahwa kamu akan merepotkan orang sedikit.

Nah, rasa itulah yang di bahasa Spanyol dipegang oleh disculpa dan disculpe. Jadi kamu tidak benar-benar mulai dari nol. Satu dari tiga kata itu sudah punya padanan yang mirip banget di kepalamu.

Sisa pekerjaannya cuma satu: membelah wilayah “maaf” jadi dua, yaitu wilayah perasaan (lo siento) dan wilayah kesalahan kecil (perdón).

Peta kasar yang bisa kamu pegang dulu
permisidisculpa / disculpe
maaf → pecah jadi lo siento (perasaan) dan perdón (kesalahan kecil)

Lima ekspresi yang perlu kamu kuasai

Sekarang kita lihat satu per satu. Aku susun dari yang paling sering bikin salah paham.

1. lo siento — ekspresi perasaan dan simpati

Kalau dibongkar per bagian, lo siento terdiri dari lo (itu) dan siento (aku merasakan), dari kata kerja sentir. Jadi arti harfiahnya adalah “aku merasakannya”.

Perhatikan bahwa di sini sama sekali tidak ada kata “salah” atau “ampun”. Yang ada cuma perasaan. Ini penjelasan paling jujur soal kenapa kata ini terasa berat.

Kodak
Karena isinya “perasaan”, lo siento cocok banget buat dua situasi:

1. Kamu benar-benar menyesal atas sesuatu yang cukup besar.
2. Kamu ikut sedih atas hal buruk yang menimpa orang lain.

Yang nomor dua ini penting banget! lo siento adalah kalimat standar buat menyampaikan belasungkawa, padahal kamu sendiri nggak salah apa-apa.

[Contoh kalimat: lo siento]

Lo siento mucho por lo de tu padre.
(Aku turut berduka soal ayahmu.)
Lo siento, no volverá a pasar.
(Maaf, ini nggak akan terulang lagi.)
Siento mucho haber llegado tarde.
(Aku benar-benar menyesal sudah datang terlambat.)

Kalau mau memperkuat, tambahkan mucho di belakangnya: lo siento mucho (aku benar-benar menyesal). Bobotnya naik cukup jauh.

Gitu ya. Jadi kalau temenku lagi kena musibah, aku bilang lo siento, bukan buat minta maaf tapi buat nunjukin aku ikut ngerasain.
Kodak
Persis! Kamu sudah paham intinya.

Dan sebaliknya, kalau kamu cuma nyenggol orang di jalan terus bilang lo siento, orangnya bisa mikir “lho, separah itu ya?” Bobotnya nggak seimbang sama kejadiannya.

2. perdón — lemparan singkat setelah kesalahan kecil

Nah, ini dia kata yang paling sering dipakai sehari-hari, dan justru paling jarang diajarkan ke pemula.

perdón adalah kata benda yang artinya “ampunan” atau “pengampunan”. Karena kata benda, dia bisa berdiri sendiri tanpa perlu ditempel apa-apa. Cukup satu kata, selesai.

Situasinya: kamu baru saja melakukan sesuatu yang kecil. Nyenggol orang, nginjek kaki, motong antrean tanpa sengaja, salah dengar, salah sebut nama.

[Contoh kalimat: perdón]

¡Perdón! (sambil menepuk bahu orang yang tersenggol)
(Aduh, maaf!)
Perdón, no te escuché bien.
(Maaf, aku nggak denger jelas.)
Perdón por el retraso.
(Maaf atas keterlambatannya.)

Kodak
Kalau kamu masih ragu harus pakai yang mana, perdón ini pilihan paling aman.

Dia yang paling sering keluar dari mulut penutur asli dalam sehari, dan jangkauannya paling luas. Anggap saja ini pisau lipat serbaguna-nya ekspresi maaf bahasa Spanyol!

Oh, jadi kalau bingung tinggal pakai perdón aja ya? Lega sih denger itu.

3. disculpa / disculpe — aba-aba sebelum merepotkan orang

Dua kata ini berasal dari kata kerja disculpar (memaafkan, memaklumi), dan bentuknya adalah bentuk perintah. Kalau diterjemahkan kasar, artinya kira-kira “maklumi aku ya”.

Fungsinya sudah kita singgung tadi: dipasang sebelum kamu merepotkan orang. Ini yang paling dekat rasanya dengan permisi.

[Contoh kalimat: disculpa / disculpe]

Disculpe, ¿dónde está la estación?
(Permisi, stasiunnya di mana ya?)
Disculpa, ¿tienes un momento?
(Eh, ada waktu sebentar nggak?)
Disculpe la espera.
(Mohon maaf sudah menunggu.)

Lalu kenapa ada dua bentuk, disculpa dan disculpe? Ini bagian yang menarik.

disculpa → untuk (kamu, akrab)
disculpe → untuk usted (Anda, formal)
Lho, tadi katanya bahasa Spanyol nggak milih berdasarkan lawan bicara? Kok ini malah ada versi formal dan akrab?
Kodak
Pertanyaan bagus, dan ini nggak bertentangan kok!

Yang menentukan kata mana yang kamu ambil (lo siento / perdón / disculpa) tetap “apa yang terjadi”. Kesopanan masuk belakangan, dan caranya bukan dengan ganti kata, tapi dengan mengubah akhiran kata kerjanya.

Jadi ini dua lapisan yang berbeda, bukan satu lapisan yang saling tabrakan.

Perhatikan bahwa perubahannya cuma satu huruf: -a jadi -e. Kecil banget, tapi efeknya besar di telinga penutur asli.

Yang menarik, bahasa Spanyol tidak perlu menambahkan kata sopan seperti “mohon” atau “sekiranya”. Kesopanannya sudah tertanam di dalam bentuk kata kerjanya sendiri. Bahasa Indonesia tidak punya mekanisme seperti ini, jadi wajar kalau awalnya terasa asing.

4. perdóname — permintaan maaf yang serius

Sekarang lihat bentuk ini: perdóname.

Dia tersusun dari perdona (maafkan) plus me (aku). Jadi secara harfiah: “maafkan aku”.

Bedanya dengan perdón yang tadi? Di sini ada me. Dan tambahan satu suku kata itu mengubah suasananya cukup drastis.

Kodak
Coba rasakan bedanya dalam bahasa kita:

“Maaf.” → ringan, bisa dilempar sambil jalan
“Maafkan aku.” → berhenti, menatap orangnya, serius

Nah, jarak antara dua kalimat itu kurang lebih sama dengan jarak antara perdón dan perdóname!

Oh, jadi begitu ada “me”-nya, ada sasaran yang jelas ya. Nggak bisa asal lempar lagi.

Karena itu, perdóname jangan dipakai buat hal sepele. Kata ini tempatnya di situasi yang benar-benar butuh permintaan maaf, atau dalam percakapan yang emosional antara orang-orang dekat.

5. no pasa nada — cara membalas kalau kamu yang dimintai maaf

Sampai sini kita baru bahas cara menyampaikan maaf. Tapi percakapan itu dua arah, ya kan?

Kalau ada orang bilang perdón ke kamu, kamu harus bisa menjawab. Dan jawaban paling standar adalah:

No pasa nada.
harfiah: “nggak ada yang terjadi” → “Nggak apa-apa kok.”

Logikanya manis banget kalau dipikir: alih-alih bilang “aku memaafkanmu”, penutur Spanyol bilang “nggak ada apa-apa yang terjadi kok”. Kesalahannya dianggap tidak pernah ada sejak awal. Jauh lebih ringan dan hangat.

Bentar, kok ada “no” dan “nada” barengan? Bukannya itu jadi dobel negatif? Harusnya malah jadi positif dong?
Kodak
Nah, kamu jeli! Tapi tenang, di bahasa Spanyol aturannya beda.

Di bahasa Spanyol, kalau kalimatnya negatif, semua bagian yang relevan ikut jadi negatif. Dua negatif tidak saling membatalkan — justru saling menguatkan.

Jadi no pasa nada itu bentuk yang benar. Kalau kamu buang salah satunya, malah jadi salah!

Selain itu ada juga no te preocupes (jangan khawatir) yang maknanya mirip. Dua-duanya sering dipakai dan bisa saling menggantikan di banyak situasi.

Peta cepat: dari cara pikir Indonesia ke bahasa Spanyol

Sekarang kita rangkum semuanya jadi satu peta. Simpan yang ini, karena inilah yang bakal kamu pakai waktu benar-benar ngomong.

Situasi → kata yang dipilih

• Nyenggol orang, nginjek kaki, salah dengar
Perdón.

• Mau nanya jalan ke orang asing
Disculpe, … (ke orang yang perlu dihormati)
Disculpa, … (ke teman atau orang seumuran)

• Telat datang ke janjian
Perdón por el retraso. / Siento llegar tarde.

• Bikin teman kecewa, dan kamu benar-benar menyesal
Lo siento mucho. / Perdóname.

• Teman cerita ada anggota keluarganya meninggal
Lo siento mucho.

• Ada orang minta maaf ke kamu untuk hal kecil
No pasa nada. / No te preocupes.

Wah, dilihat sekaligus gini jadi kelihatan polanya. Ternyata nggak serumit yang aku kira.
Kodak
Iya kan! Begitu sumbunya ketemu, sisanya tinggal latihan.

Dan ingat, penutur asli juga nggak selalu ketat kok. Ada wilayah abu-abu di mana dua kata sama-sama bisa dipakai. Yang penting kamu nggak salah jauh, misalnya pakai lo siento buat nyenggol orang.

Tiga kesalahan yang paling sering dilakukan pemula

Kesalahan 1: pakai lo siento untuk semuanya

Ini yang nomor satu, dan sudah kita bahas panjang di atas. Penyebabnya adalah kamus yang menaruh lo siento sebagai terjemahan pertama dari “sorry”.

Obatnya sederhana: kalau kejadiannya kecil, pakai perdón. Simpan lo siento untuk hal yang benar-benar bikin sedih.

Kesalahan 2: memakai disculpa setelah kejadian

Karena disculpa sering diterjemahkan jadi “maaf”, banyak yang memakainya setelah menyenggol orang. Padahal posisinya di depan, sebagai aba-aba.

Cara ingatnya: kalau kamu bisa mengganti kalimat itu dengan “permisi” dalam bahasa Indonesia, berarti disculpa/disculpe cocok. Kalau nggak bisa, kemungkinan besar yang kamu butuhkan perdón.

Kesalahan 3: menganggap ketiganya adalah tangga kesopanan

Ini kesalahan yang paling dalam, dan paling susah disadari.

Kita terbiasa punya tangga: “maaf” → “mohon maaf” → “mohon maaf sebelumnya”. Makin ke kanan makin sopan. Jadi otomatis kita berasumsi lo siento / perdón / disculpa juga tangga semacam itu.

Kodak
Tapi ketiganya bukan tangga. Mereka berdiri sejajar, cuma tugasnya masing-masing beda!

Bayangin bukan anak tangga, tapi tiga alat di dalam satu kotak perkakas. Obeng nggak lebih sopan dari palu, kan? Cuma dipakai buat kerjaan yang beda.

Oh, jadi selama ini aku salah bayangannya ya. Bukan tangga, tapi kotak perkakas. Kena banget sih perumpamaannya.

Latihan: coba tebak sendiri

Sebelum kita tutup, coba uji pemahamanmu. Bayangkan situasi-situasi ini, dan pilih kata yang paling pas.

[Soal]

1. Kamu antre di kasir dan nggak sengaja mendorong troli orang di depanmu.
2. Kamu mau minta garam ke pelayan restoran.
3. Temanmu cerita kucing kesayangannya baru saja mati.
4. Kamu lupa ulang tahun pacarmu dan dia kelihatan sedih banget.
5. Adikmu minta maaf karena numpahin air ke mejamu.

[Jawaban]

1. ¡Perdón! — kesalahan kecil, sudah terjadi
2. Disculpe, ¿me trae sal, por favor? — aba-aba sebelum merepotkan, dan ke pelayan pakai bentuk usted
3. Lo siento mucho. — simpati, bukan kesalahanmu
4. Perdóname. / Lo siento mucho. — permintaan maaf yang serius
5. No pasa nada. — kamu yang membalas

Yes, aku bener empat dari lima! Yang nomor dua tadi aku sempat mau pakai perdón.
Kodak
Bagus banget itu! Dan sebenarnya kalau kamu pakai perdón di nomor dua pun masih bisa dimengerti kok.

Yang penting kamu sudah paham kenapa disculpe lebih pas di situ. Itu jauh lebih berharga daripada sekadar hafal.

Mau mendalami masing-masing? Baca artikel lanjutannya

Artikel ini sengaja aku susun sebagai gambaran besar. Tiap ekspresi sebenarnya punya seluk-beluk sendiri yang menarik untuk digali lebih dalam.

Kalau kamu mau memperdalam salah satunya, silakan lanjut ke artikel-artikel berikut:

Beda Lo Siento, Perdón, dan Disculpa: Panduan Memilih yang Tepat
Pembahasan mendalam soal perbandingan ketiganya, lengkap dengan wilayah abu-abu dan contoh situasi nyata.

Perdóname Artinya Apa? Kenapa Terasa Lebih Berat dari Perdón
Bedah struktur perdona + me, dan kapan sebaiknya kamu memakainya.

No Pasa Nada Artinya Apa? Cara Membalas Permintaan Maaf
Ungkapan balasan yang wajib kamu kuasai, plus penjelasan aturan negatif ganda bahasa Spanyol.

Beda Disculpe dan Disculpa: Satu Huruf yang Mengubah Kesopanan
Kenapa cuma ganti -a jadi -e bisa mengubah nada bicara, dan bagaimana sistem tú/usted bekerja.

Rangkuman: cara minta maaf dalam bahasa Spanyol

Berikut rangkuman dari semua yang sudah kita bahas hari ini.

• Bahasa Spanyol memilih ekspresi maaf berdasarkan apa yang terjadi, bukan berdasarkan siapa lawan bicaranya
lo siento = “aku merasakannya” → penyesalan mendalam dan simpati/belasungkawa
perdón = kata benda “ampunan” → lemparan singkat setelah kesalahan kecil, paling serbaguna
disculpa / disculpe = bentuk perintah dari disculpar → aba-aba sebelum merepotkan orang, mirip permisi
perdóname = perdona + me → permintaan maaf yang serius dan personal
no pasa nada = “nggak ada yang terjadi” → balasan standar kalau ada yang minta maaf ke kamu
• Kesopanan tidak muncul dari ganti kata, tapi dari perubahan bentuk kata kerja (disculpa → disculpe)
Kodak
Kalau kamu masih ragu di lapangan, ingat urutan darurat ini:

1. Ada yang sedih? → Lo siento.
2. Mau menyapa orang? → Disculpe.
3. Selain itu → Perdón.

Tiga langkah ini saja sudah menutup sebagian besar percakapan sehari-hari, lho!

Sip, aku catat! Ternyata yang bikin susah selama ini bukan kata-katanya, tapi cara aku mikirnya ya.
Kodak
Betul sekali, dan itu kesimpulan yang bagus banget!

Belajar bahasa asing itu bukan cuma nambah kosakata, tapi juga menambah sumbu berpikir yang baru. Selamat mencoba, ya!

Referensi
Wiktionary, “lo siento” (https://en.wiktionary.org/wiki/lo_siento)
Wiktionary, “perdonar” (https://en.wiktionary.org/wiki/perdonar)
Wiktionary, “no pasa nada” (https://en.wiktionary.org/wiki/no_pasa_nada)
Wiktionary, “permisi” (https://en.wiktionary.org/wiki/permisi)
SpanishDict, “disculpe” (https://www.spanishdict.com/translate/disculpe)