Selamat Tinggal dalam Bahasa Jepang: 4 Kategori Ucapan Perpisahan dan Cara Memilih yang Tepat

Kodak
Hari ini kita bereskan satu pertanyaan besar: “selamat tinggal” dalam bahasa Jepang itu apa?

Jawaban singkatnya bikin kaget — tidak ada satu kata yang bisa menggantikan “selamat tinggal”.

Yang ada adalah empat kategori, dan orang Jepang memilihnya bukan berdasarkan tingkat kesopanan, melainkan berdasarkan kamu sedang di mana dan berpisah dengan siapa. Ini peta lengkapnya, ya kan?

Kenapa “sayonara” saja tidak cukup?

Hampir semua orang memulai dari kata yang sama: さようなら(sayonara). Wajar — itu yang diajarkan buku pelajaran dan itu yang paling sering terdengar di anime.

Masalahnya, kalau kamu memakai さようなら untuk semua situasi, kamu akan terdengar aneh sepanjang hari. Bukan salah tata bahasa — nadanya yang terlalu berat, seperti orang yang mengucapkan “selamat tinggal” setiap kali keluar dari warung.

Terus orang Jepang milihnya gimana dong kalau bukan dari tingkat sopan?
Kodak

Nah, ini kuncinya, dan begitu kamu paham, semuanya jadi gampang!

Mereka memilih berdasarkan tempat: apakah kamu di sekolah, di jalan bareng teman, di pintu rumah, atau di kantor.

Jadi jangan menghafal daftar kata dari yang paling sopan ke yang paling santai. Hafalkan satu kalimat untuk setiap tempat — jauh lebih cepat, dan jauh lebih jarang meleset.

Peta besar: empat kategori ucapan perpisahan bahasa Jepang

Seluruh kosakata pamitan bahasa Jepang bisa dimasukkan ke empat kotak berikut. Tiap kotak punya artikel bedahnya sendiri, jadi kamu bisa langsung loncat ke yang kamu butuhkan.

Empat kategori perpisahan bahasa Jepang

さようなら(sayonara) ⇒ berat & jarang. Sekolah, upacara, perpisahan sungguhan.
じゃあね/またね(jaa ne/mata ne) ⇒ sehari-hari. Ke teman, keluarga, rekan sejajar.
行ってきます⇄行ってらっしゃい ⇒ ritual rumah. Keluar dan pulang.
お疲れ様です(otsukaresama desu) ⇒ tempat kerja. Kantor, pabrik, part-time.

Kok yang keempat ada “terima kasih atas kerja kerasnya”? Itu kan bukan kata perpisahan.
Kodak

Itu pengamatan yang tajam, dan jawabannya justru membuka rahasia besar bahasa Jepang!

Saat berpisah, orang Jepang sering memilih untuk tidak menyebut perpisahannya sama sekali. Mereka menggantinya dengan hal lain: rasa terima kasih, doa keselamatan, atau janji bertemu lagi.

Makanya di kantor yang keluar bukan kata “selamat tinggal”, tapi お疲れ様でした — pengakuan atas lelahnya hari itu. Fungsinya perpisahan, isinya penghargaan.

① さようなら — kata yang paling terkenal, paling jarang dipakai

Kalau ada satu hal yang harus kamu bawa pulang dari artikel ini, ini dia: さようなら bukan padanan “dadah”, melainkan padanan “selamat tinggal”.

Sebabnya ada di asal-usulnya. さようなら berasal dari kata sambung 「左様ならば」 yang artinya “kalau memang begitu” — sebuah kalimat yang menutup, dan yang sama sekali tidak menyebut pertemuan berikutnya. Ketiadaan janji itulah yang membuatnya terasa final.

Pakai さようなら kalau:
・kamu murid dan sedang menutup pelajaran(murid ⇄ guru)
・ini upacara perpisahan sungguhan(kelulusan, hari terakhir, pindah kota)
・kamu memang sedang mengakhiri sebuah hubungan

JANGAN pakai さようなら kalau:
・ke teman setelah nongkrong ⇒ pakai じゃあね
・ke atasan saat pulang kerja ⇒ pakai お先に失礼します
・ke pelanggan di toko ⇒ pakai ありがとうございました

Ada juga bentuk pendeknya, さよなら, yang terasa lebih emosional dan personal — itulah yang muncul di judul lagu dan drama. Pembahasan lengkapnya, termasuk sejarah kata ini dari zaman Edo dan kenapa anime bikin kita salah kalibrasi, ada di artikel arti さようなら(sayonara).

② じゃあね/またね — inilah “dadah” yang sebenarnya

Ini kategori yang paling sering kamu butuhkan sehari-hari, dan yang paling jarang diajarkan dengan benar.

Keduanya sama-sama santai, tapi arahnya berlawanan — dan justru itu yang bikin gampang diingat:

じゃあね(jaa ne) = じゃあ(”kalau begitu”)+ ね
⇒ arti harfiah “yaudah ya” ⇒ menutup situasi sekarang

またね(mata ne) = また(”lagi”)+ ね
⇒ arti harfiah “lagi ya” ⇒ menunjuk ke pertemuan berikutnya

⇒ Digabung jadi 「じゃあ、またね」 — dan inilah bentuk yang paling sering terdengar di kehidupan nyata.

Dari sini tumbuh seluruh keluarga また…: また明日(sampai besok), また来週(sampai minggu depan), また後で(sampai nanti), また今度(kapan-kapan ⚠️).

Kok cuma また今度 yang dikasih tanda bahaya? Padahal kedengarannya ramah.
Kodak

Karena kalau dipakai untuk menjawab ajakan, 「また今度」 hampir selalu berarti penolakan yang dihaluskan — persis seperti “kapan-kapan ya” dalam bahasa Indonesia.

Kalau kamu benar-benar ingin bertemu lagi, sebutkan waktunya: また来週ね, また金曜日に. Menyebut waktu = menunjukkan kamu serius.

Perbedaan じゃあね dan またね, tangga kesopanan dari では sampai バイバイ, dan jebakan ini aku bedah tuntas di artikel arti じゃあね/またね.

③ 行ってきます⇄行ってらっしゃい — perpisahan yang justru menjanjikan pulang

Kategori ketiga khusus untuk pintu rumah, dan isinya bukan perpisahan melainkan janji.

Bongkar katanya dan kamu akan lihat kenapa:

行ってきます = 行って(pergi)+ きます(kembali)
“aku pergi, lalu kembali” — diucapkan oleh yang berangkat

行ってらっしゃい = 行って(pergi)+ いらっしゃい(kembalilah)
“pergilah, dan kembalilah” — diucapkan oleh yang tinggal

Lalu saat pulang, lingkarannya ditutup:
ただいま(”aku baru saja pulang”)⇄ おかえり(”selamat datang kembali”)

Bahasa Indonesia sebenarnya punya pasangan mirip — “selamat jalan” dari yang tinggal dan “selamat tinggal” dari yang pergi — tapi pasangan itu cuma keluar di perpisahan besar. Untuk berangkat kerja setiap pagi, kita bebas: “aku berangkat dulu ya”“iya, hati-hati”.

Di Jepang, bentuknya terkunci: satu kalimat tetap, satu jawaban tetap, setiap hari.

Empat kata ini juga hidup di kantor dengan versi sopannya(行って参ります / ただいま戻りました), dan banyak orang Jepang tetap mengucapkannya walau rumahnya kosong. Alasannya — plus daftar kesalahan yang sering terjadi — ada di artikel arti 行ってきます・行ってらっしゃい・ただいま・おかえり.

④ お疲れ様です — “selamat tinggal” versi tempat kerja

Kalau kamu bekerja, magang, atau kerja part-time di Jepang, inilah kategori yang paling sering kamu pakai — bahkan mungkin lebih sering daripada tiga kategori lainnya digabung.

Di kantor Jepang, orang praktis tidak mengucapkan salam perpisahan apa pun. Yang keluar adalah お疲れ様でした(otsukaresama deshita) = pengakuan atas lelah hari itu, yang berfungsi sebagai penutup hari kerja.

Pola pulang kerja standar di Jepang

・Yang pulang duluan: お先に失礼します(osaki ni shitsurei shimasu) = “maaf saya duluan ya”
・Yang masih tinggal membalas: お疲れ様でした(otsukaresama deshita)

⚠️ Kalau kamu sendiri yang pulang duluan, jangan bilang お疲れ様でした — itu tugas orang yang tinggal.

Tunggu, jadi di kantor aku nggak boleh pakai さようなら sama sekali?
Kodak

Sebaiknya memang tidak — kecuali hari itu benar-benar hari terakhirmu di sana!

Kalau kamu bilang さようなら ke bos di sore biasa, ada satu detik canggung di mana dia mikir kamu mau resign.

Sebab さようなら menutup hubungannya, bukan menutup hari kerjanya. Sedangkan お疲れ様でした cuma menutup harinya — besok kalian ketemu lagi seperti biasa.

Aturan siapa boleh bilang お疲れ様 ke siapa, bedanya dengan ご苦労様, dan kenapa kata ini tidak boleh dipakai ke klien — semuanya ada di artikel arti お疲れ様(otsukaresama).

Tabel cepat: kamu di mana, sama siapa, pakai apa

Ini bagian yang bisa kamu simpan dan buka lagi kapan saja.

Berpisah dengan teman, situasi biasa
じゃあね/またね/バイバイ

Ada waktu bertemu berikutnya
また明日(sampai besok)/また来週(sampai minggu depan)/また後で(sampai nanti)

Kamu pulang duluan dari kantor
お先に失礼します / rekan membalas お疲れ様でした

Rekan kerja pulang duluan
お疲れ様でした

Kamu keluar rumah pagi hari
行ってきます / dijawab 行ってらっしゃい

Kamu pulang ke rumah
ただいま / dijawab おかえり(なさい)

Situasi formal: dosen, atasan, orang yang baru dikenal
失礼します/それでは失礼します

Melepas orang yang akan pergi jauh
気をつけて(hati-hati di jalan)/お元気で(jaga diri baik-baik)

Keluar dari toko sebagai pelanggan/pegawai ke pelanggan
ありがとうございました

Malam hari, sebelum tidur atau berpisah larut
おやすみなさい

Perpisahan sungguhan: kelulusan, pindah, hari terakhir
さようなら

Banyak juga ya… ini semua harus dihafal sekaligus?
Kodak

Tidak usah — daftar panjang itu untuk kamu buka lagi nanti, bukan untuk dihafal hari ini!

Sebenarnya kamu cuma butuh lima kalimat untuk bertahan hidup di Jepang. Aku susun urutannya di bawah ini, dari yang paling sering terpakai.

Lima kalimat yang cukup untuk 95% situasi

Kalau kamu baru mulai, hafalkan lima ini dulu dan abaikan sisanya. Urutannya sengaja disusun dari frekuensi pemakaian tertinggi.

Lima kalimat wajib

1. じゃあね(jaa ne)
“Yaudah ya.” ⇒ ke teman, situasi apa pun yang santai.

2. また明日(mata ashita)
“Sampai besok.” ⇒ kalau kalian memang ketemu lagi besok. Otomatis terdengar hangat.

3. お先に失礼します(osaki ni shitsurei shimasu)
“Maaf saya duluan ya.” ⇒ setiap kali kamu pulang duluan dari kantor atau tempat part-time.

4. お疲れ様でした(otsukaresama deshita)
“Terima kasih kerja kerasnya.” ⇒ balasan untuk rekan yang pulang duluan; aman ke semua orang di dalam perusahaanmu.

5. 失礼します(shitsurei shimasu)
“Permisi / saya undur diri.” ⇒ penyelamat universal untuk situasi formal. Kalau ragu, pakai ini.

Kodak

Perhatikan bahwa さようなら tidak masuk lima besar — padahal itu kata pertama yang semua orang hafal!

Itulah kesenjangan antara buku pelajaran dan kehidupan nyata. Dan kabar baiknya: kamu baru saja menutupnya.

Kosakata pamitan yang mungkin kamu temui juga

Di luar empat kategori utama, ada beberapa kata yang akan kamu jumpai — sebagian di anime lama, sebagian di situasi khusus. Kamu tidak perlu memakainya, tapi enak kalau kenal.

では/それでは(dewa/sore dewa) ⇒ versi formal dari じゃあ. Sering muncul di email dan situasi kerja.
お元気で(ogenki de) ⇒ “jaga diri baik-baik”. Untuk orang yang lama tidak akan kamu temui.
気をつけて(ki wo tsukete) ⇒ “hati-hati di jalan”. Diucapkan oleh yang tinggal.
おやすみなさい(oyasuminasai) ⇒ “selamat malam”. Berfungsi sebagai penutup percakapan malam, termasuk di chat.
ごきげんよう(gokigen’you) ⇒ sangat klasik dan elegan. Sekarang praktis cuma terdengar di sekolah khusus perempuan dan anime bertema aristokrat.
さらば/おさらば(saraba/osaraba) ⇒ bentuk kuno “kalau begitu”, saudara tua さようなら. Sekarang cuma dipakai untuk efek dramatis atau bercanda.
Eh, さらば juga artinya “kalau begitu”? Sama kayak さようなら dong.
Kodak

Betul, dan sekarang kamu bisa melihat pola besarnya!

さらば, しからば, そんなら, さようなら, じゃあ, では — semuanya berarti “kalau begitu”. Bahasa Jepang berkali-kali mengambil kata sambung yang sama dan menjadikannya salam perpisahan.

Kenapa? Karena mengucapkan “perpisahan” secara terang-terangan terasa terlalu keras. Jadi yang diucapkan cuma pembukanya, dan sisanya dibiarkan menggantung.

Diagnosa 30 Detik: Kategori Mana yang Kupakai?

Bukan soal sopan/tidak sopan — jawab 3 pertanyaan ini untuk masuk ke salah satu dari 4 kategori di atas.

Q1. Kamu lagi ada di mana?
Sekolah (menutup pelajaran), upacara perpisahan sungguhan, atau mengakhiri hubungan → ①さようなら
Bareng teman/keluarga, situasi santai sehari-hari → ②じゃあね/またね
Pintu rumah — keluar atau baru pulang → ③行ってきます⇄行ってらっしゃい
Keluar. Untuk pulang: ただいま⇄おかえり.
Kantor atau tempat kerja → ④お先に失礼します/お疲れ様でした
Q2. Masih ragu? Cek formalitasnya.
Ke dosen, atasan, klien, atau orang yang baru dikenal → 失礼します/それでは失礼します
Ke teman dekat, situasi santai → じゃあね
Q3. Ada elemen khusus dalam situasimu?
Melepas orang yang akan pergi jauh/lama → 気をつけて/お元気で
Kamu pelanggan yang mau keluar toko → ありがとうございました
Bukan salam perpisahan — cukup ucapan terima kasih.
Malam hari, mau tidur atau berpisah larut → おやすみなさい

※ Kalau semua masih membingungkan, dua kata ini menyelamatkanmu hampir di mana saja: 失礼します untuk formal, じゃあね untuk santai.

Kesalahan yang paling sering terjadi

❌ Memakai さようなら sebagai “dadah” harian
→ ✅ じゃあね/またね. さようなら setara “selamat tinggal”, bukan “dadah”.

❌ Membalas salam ringan dengan salam berat
→ ✅ Tiru kata yang dipakai lawan bicaramu. Dia bilang じゃあね, kamu balas じゃあね. Menyamakan bobot itu sendiri sudah merupakan kesopanan.

❌ Bilang お疲れ様です ke klien atau perusahaan lain
→ ✅ いつもお世話になっております. お疲れ様 adalah bahasa orang dalam satu organisasi.

❌ Menjawab 行ってきます dengan さようなら
→ ✅ 行ってらっしゃい. Ini pasangan tetap, dan isinya “kembalilah” — bukan perpisahan.

Rangkuman: cara bilang selamat tinggal dalam bahasa Jepang

Berikut ringkasan seluruh peta perpisahan bahasa Jepang:

Tidak ada satu kata yang setara “selamat tinggal”. Yang ada adalah empat kategori, dipilih berdasarkan tempat dan lawan bicara.
①さようなら ⇒ berat, terasa final. Sekolah, upacara, perpisahan sungguhan. Jarang dipakai orang dewasa sehari-hari.
②じゃあね/またね ⇒ “dadah” yang sebenarnya. じゃあね menutup situasi sekarang, またね menunjuk pertemuan berikutnya.
③行ってきます⇄行ってらっしゃい(+ただいま⇄おかえり) ⇒ ritual rumah. Isinya janji pulang, bukan perpisahan.
④お疲れ様です/でした ⇒ penutup hari kerja. Pasangannya お先に失礼します saat kamu pulang duluan.
Kalau ragu失礼します untuk situasi formal, じゃあね untuk situasi santai. Dua kata ini menyelamatkanmu hampir di mana saja.
Kodak

Empat kategori di atas masing-masing punya artikel bedahnya sendiri — lengkap dengan asal-usul kata, contoh kalimat, dan daftar kesalahan yang sering terjadi.

Mulai saja dari kategori yang paling sering kamu pakai!

Arti さようなら(sayonara)dan kenapa orang Jepang jarang memakainya
Arti じゃあね/またね dan bedanya
Arti 行ってきます・行ってらっしゃい・ただいま・おかえり
Arti お疲れ様(otsukaresama)dan aturan pakainya di kantor

Referensi
「デジタル大辞泉(小学館)/コトバンク『さようなら』(https://kotobank.jp/word/さようなら-2043504)」
「デジタル大辞泉(小学館)/コトバンク『じゃあ』(https://kotobank.jp/word/じゃあ-3211962)」
「デジタル大辞泉(小学館)/コトバンク『行って来ます』(https://kotobank.jp/word/行って来ます-1829480)」
「デジタル大辞泉(小学館)/コトバンク『行ってらっしゃい』(https://kotobank.jp/word/行ってらっしゃい-680807)」
「デジタル大辞泉(小学館)/コトバンク『御疲れ様』(https://kotobank.jp/word/御疲れ様-453042)」