Ittekimasu dan Itterasshai Artinya Apa? Plus Tadaima dan Okaeri: Ucapan Pulang Pergi ala Jepang

Kodak
Kata Jepang hari ini: 行ってきます(ittekimasu) dan 行ってらっしゃい(itterasshai)!

Kalau kamu pernah nonton adegan pagi hari di anime — anak sekolah lari keluar rumah sambil teriak sesuatu, ibunya menjawab dari dapur — nah, ini kata-katanya.

Yang menarik: dua-duanya bukan ucapan perpisahan sama sekali. Di dalam keduanya justru tersimpan janji untuk pulang. Aku tunjukkan kenapa, ya kan?

Ittekimasu(行ってきます)artinya: “aku pergi, lalu kembali”

Kamus Digital Daijisen (Shogakukan) mendefinisikannya sesingkat mungkin:

いって‐き ます【行って来ます】
[感]外出するときのあいさつの言葉。丁寧に言うときは「行って参ります」。

Terjemahan: “[kata seru]Ucapan salam saat keluar rumah. Bentuk sopannya adalah 「行って参ります」.”

※Kutipan dari デジタル大辞泉(コトバンク)

Tapi definisi itu menyembunyikan bagian paling menarik. Bongkar katanya, dan struktur aslinya muncul:

行って(itte) = bentuk sambung dari 行く(iku/pergi)
きます(kimasu) = 来る(kuru/datang, kembali)
⇒ arti harfiah 行ってきます = “aku pergi, lalu datang kembali”

Jadi orang Jepang yang keluar rumah tidak mengumumkan kepergiannya. Yang dia umumkan adalah kepergian plus kepulangannya sekaligus, dalam satu napas.

Jadi tiap pagi orang Jepang tuh sebenarnya lagi janji bakal pulang gitu ya?
Kodak

Persis, dan itu cara paling tepat untuk mengingatnya!

Tentu tidak ada yang sadar sedang berjanji — ini sudah otomatis seperti bernapas. Tapi struktur katanya memang begitu, dan efeknya nyata: 行ってきます tidak bisa dipakai kalau kamu tidak berencana kembali.

Kalau kamu pindah rumah untuk selamanya, kata ini justru salah. Yang benar di situ barulah さようなら — yang bobotnya sudah aku bahas panjang lebar di artikel arti さようなら(sayonara).

Itterasshai(行ってらっしゃい)artinya: “pergilah, dan kembalilah”

Sekarang jawaban dari pihak yang tinggal di rumah. Digital Daijisen menulis:

いって‐らっしゃい【行ってらっしゃい】
《「行っていらっしゃい」の略》外出する人を送り出すときのあいさつ。「『行ってきます』『行ってらっしゃい』」

Terjemahan: “《Singkatan dari 「行っていらっしゃい」》Salam untuk melepas orang yang akan keluar. Contoh: ‘行ってきます’ — ‘行ってらっしゃい’.”

※Kutipan dari デジタル大辞泉(コトバンク)

Perhatikan kamusnya sendiri menuliskan dua kata itu berdampingan dalam satu contoh. Itu bukan kebetulan — memang begitu cara mereka hidup.

Dan kalau kita bongkar, hasilnya mengejutkan karena polanya sama persis:

行って(itte) = “pergilah”
いらっしゃい(irasshai) = bentuk hormat dari 行く・来る・いる ⇒ di sini: “datanglah kembali”
⇒ arti harfiah 行ってらっしゃい = “pergilah, dan kembalilah”
Lah, dua-duanya isinya “pergi” + “kembali” dong? Cuma beda siapa yang ngomong?
Kodak

Kamu baru saja menemukan inti seluruh artikel ini!

Satu pihak berjanji “aku akan kembali”, pihak lain menjawab “iya, kembalilah”. Isinya identik, cuma dilihat dari dua sisi.

Makanya pasangan ini terasa begitu rapat dan menenangkan buat orang Jepang. Bukan salam perpisahan — ini semacam konfirmasi bahwa rumah ini masih menunggumu.

Struktur yang bercermin

Yang pergi:行ってきます = 行って(pergi)+ きます(kembali)
⇒ “aku pergi, dan aku akan kembali”

Yang tinggal:行ってらっしゃい = 行って(pergi)+ いらっしゃい(kembalilah)
⇒ “pergilah, dan kembalilah”

⇒ Dua kalimat, satu isi: kepergian ini sementara.

Kenapa terasa asing buat kita? Karena bahasa Indonesia tidak mengunci pasangannya

Sebenarnya bahasa Indonesia punya pasangan salam yang dibagi berdasarkan siapa yang pergi dan siapa yang tinggal: “selamat jalan” diucapkan oleh yang tinggal, “selamat tinggal” oleh yang pergi. Strukturnya mirip.

Masalahnya, pasangan itu hanya keluar di perpisahan besar — orang naik pesawat, pindah kota, atau perpisahan yang emosional. Tidak ada satu pun keluarga Indonesia yang saling bilang “selamat tinggal” — “selamat jalan” setiap pagi sebelum berangkat kerja.

Untuk urusan sehari-hari, kita justru sangat bebas. Kita bilang “aku berangkat dulu ya”, “pergi dulu ya”, “duluan ya”, dan dijawab “iya, hati-hati” atau “hati-hati di jalan”. Tidak ada bentuk baku, tidak ada yang wajib.

Di situlah letak perbedaannya. Di Jepang, salam pagi ini terkunci: satu kalimat tetap, satu jawaban tetap, setiap hari, seumur hidup.

Kodak

Ada satu pembanding yang mungkin lebih dekat lagi buat kamu.

Di banyak rumah di Indonesia, orang yang masuk rumah mengucapkan “assalamualaikum” dan dijawab “waalaikumsalam” — bahkan kadang saat rumah sedang sepi.

Bentuknya tetap, jawabannya tetap, dan yang penting bukan isi informasinya melainkan tindakan mengucapkannya. Nah, posisi ただいま dan おかえり di rumah Jepang kira-kira seperti itu!

Oh, gitu ya. Berarti ini lebih ke ritual rumah, bukan sekadar tukar informasi.

Tadaima dan okaeri artinya: pasangan kedua, saat pulang

Kalau 行ってきます ⇄ 行ってらっしゃい adalah gerbang keluar, maka ただいま ⇄ おかえりなさい adalah gerbang masuknya.

ただいま(tadaima)= “baru saja (pulang)”

Ini kata yang paling sering disalahpahami, karena arti aslinya sama sekali bukan salam. ただいま(只今) adalah kata keterangan waktu yang berarti “baru saja” atau “sekarang juga”.

Sebagai salam, ia adalah penyingkatan dari kalimat penuh 「ただいま帰りました(tadaima kaerimashita)」 = “saya baru saja pulang”. Kata kerja “pulang”-nya rontok, dan yang tersisa justru keterangan waktunya saja.

Lagi-lagi bagian belakangnya dipotong ya. Kayak じゃあね dan またね itu.
Kodak

Kamu mulai melihat mesinnya bekerja — bagus banget!

Hampir semua salam Jepang adalah kalimat panjang yang tinggal potongannya. Sekali kamu tahu potongan itu berasal dari mana, artinya jadi susah dilupakan.

Kalau kamu belum baca bedah じゃあね dan またね-nya, mampir saja ke artikel arti じゃあね/またね — pola pemotongannya benar-benar identik dengan yang ini.

おかえりなさい(okaerinasai)= “selamat datang kembali”

Digital Daijisen mendefinisikannya sebagai 「外出から戻った者に対するあいさつの語」 — “kata sapaan kepada orang yang kembali dari bepergian”.

Bentuk pendeknya おかえり(okaeri), dan itulah yang paling sering kamu dengar di dalam keluarga.

Kodak

Satu catatan penting supaya kamu tidak salah paham waktu melihat bentuk kanjinya!

「お帰りなさい」 kelihatan seperti perintah “pulanglah!” — karena ~なさい memang bentuk perintah di tempat lain(例:勉強しなさい = “belajar sana!”).

Tapi di sini bukan perintah. Bentuk ini umumnya dijelaskan sebagai sisa dari kalimat panjang semacam 「よくお帰りなさいました」 = “syukurlah kamu sudah pulang dengan selamat”. Jadi nadanya lega dan menyambut, bukan menyuruh.

Empat kata dalam percakapan nyata

【Pagi hari, berangkat】
・子:「行ってきます!」
(ko: ittekimasu!)”Anak: Aku berangkat ya!”
・母:「行ってらっしゃい。気をつけてね。」
(haha: itterasshai. ki wo tsukete ne.)”Ibu: Pergilah. Hati-hati ya.”

【Sore hari, pulang】
・子:「ただいま!」
(ko: tadaima!)”Anak: Aku pulang!”
・母:「おかえり。ご飯できてるよ。」
(haha: okaeri. gohan dekiteru yo.)”Ibu: Selamat datang. Makanannya sudah siap.”

Keempatnya sebenarnya satu lingkaran

Kalau ditarik garis, empat kata ini bukan empat salam terpisah, melainkan satu siklus harian yang tertutup rapi.

Siklus sehari di rumah Jepang

行ってきます(”aku pergi dan akan kembali”)= janji dibuat

行ってらっしゃい(”pergilah dan kembalilah”)= janji diterima

(seharian di luar)

ただいま(”aku baru saja pulang”)= janji ditepati, dilaporkan

おかえり(”selamat kembali”)= laporan diterima, lingkaran tertutup

Inilah sebabnya adegan-adegan itu terasa begitu hangat di anime, bahkan buat penonton yang tidak mengerti bahasa Jepang. Yang sedang ditampilkan bukan cuma sapaan, tapi bukti bahwa seseorang menunggu di rumah.

Dan karena itu pula, adegan seseorang mengucapkan ただいま ke rumah yang gelap dan kosong dipakai berkali-kali di anime dan drama untuk menyampaikan kesepian — tanpa perlu satu baris dialog pun untuk menjelaskannya.

Kenapa tetap diucapkan meski tidak ada orang di rumah?

Banyak orang Jepang yang tinggal sendirian tetap mengucapkan 行ってきます saat mengunci pintu dan ただいま saat masuk — meski jelas tidak ada yang menjawab. Sebagian mengucapkannya ke kucing, ke tanaman, atau ke rumahnya sendiri.

Ngomong sendiri di rumah kosong? Kok agak sedih ya kedengarannya.
Kodak

Buat orang Jepang justru sebaliknya — rasanya menenangkan!

Ingat isi katanya: 行ってきます itu janji untuk kembali, dan ただいま itu laporan bahwa janjinya sudah ditepati. Janji dan laporan itu tetap sah walaupun tidak ada pendengarnya.

Jadi yang sedang disapa sebenarnya bukan orangnya, melainkan rumah itu sendiri — tempat yang kamu tinggalkan dan akan kamu datangi lagi.

Versi santai, versi sopan, dan versi kantor

Empat kata ini punya tingkatan, dan kamu perlu tahu minimal dua: versi rumah dan versi kerja. Yang kedua penting kalau kamu bekerja atau magang di Jepang, karena salam ini juga dipakai di kantor — bukan cuma di rumah.

Versi santai(keluarga, teman serumah)
行ってくるね(ittekuru ne) / いってきまーすいってらっしゃい / いってら
ただいまーおかえり

Versi standar sopan
行ってきます行ってらっしゃい
ただいまおかえりなさい

Versi kantor(keluar untuk urusan kerja)
Yang pergi: 行って参ります(itte mairimasu) — lebih baik lagi sebutkan tujuannya, misal 「〇〇社へ行って参ります」
Yang tinggal: 行ってらっしゃいませ(itterasshaimase)
Saat kembali: ただいま戻りました(tadaima modorimashita)
Yang menyambut: お帰りなさい/お帰りなさいませ, sering ditambah お疲れ様でした

Kodak

Kalau kamu kerja di Jepang, hafalkan dua kalimat ini saja dan kamu sudah aman seharian:

行って参ります(waktu keluar kantor)dan ただいま戻りました(waktu balik ke kantor).

Kenapa penting? Karena di kantor Jepang, salam ini juga berfungsi sebagai laporan keberadaan — rekan kerjamu jadi tahu kamu ada di mana kalau ada telepon masuk untukmu.

Empat kesalahan yang sering terjadi

❌ Menjawab 行ってきます dengan さようなら
→ ✅ Jawabannya 行ってらっしゃい. Ini pasangan tetap. Menjawab dengan さようなら terdengar seperti kamu tidak berniat menunggu orang itu pulang.

❌ Bilang ただいま saat tiba di kantor pagi hari
→ ✅ Pagi hari pakai おはようございます. ただいま hanya untuk kembali ke tempat yang tadi kamu tinggalkan — bukan untuk datang pertama kali.

❌ Pakai 行ってらっしゃい ke orang yang pindah untuk selamanya
→ ✅ Kata ini mengandung “kembalilah”, jadi tidak cocok untuk kepergian permanen. Di situ pakai お元気で(ogenki de/jaga diri baik-baik) atau 気をつけて.

❌ Menganggap おかえりなさい tidak sopan untuk atasan
→ ✅ Justru aman. Untuk atasan atau tamu, pakai bentuk panjangnya: お帰りなさいませ.

Yang nomor dua bahaya nih. Aku pasti bakal salah pakai ただいま pas masuk kantor pagi-pagi.
Kodak

Pegangannya satu kalimat saja: ただいま cuma untuk KEMBALI, bukan untuk DATANG.

Kalau kamu belum pernah keluar dari tempat itu hari ini, berarti kamu bukan “kembali”. Datang pertama kali ⇒ おはようございます. Balik dari luar ⇒ ただいま戻りました.

Satu pertanyaan singkat sebelum membuka mulut — “aku sudah pernah di sini hari ini belum?” — dan kamu tidak akan pernah salah lagi!

Diagnosa 30 Detik: Kata Mana yang Kupakai di Pintu?

Empat kata ini bukan bebas pilih — tergantung kamu lagi keluar atau pulang, dan kamu yang pergi atau yang tinggal.

Q1. Kamu lagi keluar rumah/kantor, atau baru pulang?
Keluar → lanjut ke Q2
Baru pulang → lanjut ke Q3
Q2. Kamu yang pergi, atau yang melepas?
Kamu yang pergi (rumah/santai) → 行ってきます
Kamu yang pergi (kantor, keluar urusan kerja) → 行って参ります
Sebutkan juga tujuannya kalau bisa.
Kamu yang melepas (rumah/santai) → 行ってらっしゃい
Kamu yang melepas (kantor, ke atasan/tamu) → 行ってらっしゃいませ
Q3. Kamu yang baru pulang, atau yang menyambut?
Kamu yang baru pulang (rumah/santai) → ただいま
Kamu yang baru pulang (kantor) → ただいま戻りました
Kamu yang menyambut (rumah/santai) → おかえり
Kamu yang menyambut (kantor, ke atasan/tamu) → お帰りなさいませ

※ Dua jebakan: (1) ただいま cuma untuk KEMBALI, bukan datang pertama kali — kalau baru tiba di kantor pagi, pakai おはようございます. (2) Kalau kepergiannya permanen (pindah selamanya), jangan pakai 行ってきます/行ってらっしゃい — pakai 気をつけて atau お元気で.

Rangkuman: arti 行ってきます・行ってらっしゃい・ただいま・おかえり

Berikut ringkasan singkat empat salam pulang-pergi ala Jepang:

行ってきます(ittekimasu) = 行って(pergi)+ きます(kembali)
“aku pergi, lalu kembali” — diucapkan oleh yang berangkat
行ってらっしゃい(itterasshai) = singkatan dari 行っていらっしゃい
“pergilah, dan kembalilah” — diucapkan oleh yang tinggal
ただいま(tadaima) = singkatan dari 「ただいま帰りました」
“aku baru saja pulang” — laporan bahwa janji tadi pagi ditepati
おかえり/おかえりなさい“selamat datang kembali”. なさい di sini bukan perintah, melainkan sisa dari kalimat sambutan yang panjang.
Versi kantor ⇒ 行って参ります/行ってらっしゃいませ/ただいま戻りました/お帰りなさいませ
Intinya ⇒ keempatnya bukan salam perpisahan, melainkan satu lingkaran janji-dan-laporan yang menegaskan bahwa kepergian ini sementara.
Referensi
「デジタル大辞泉(小学館)/コトバンク『行って来ます』(https://kotobank.jp/word/行って来ます-1829480)」
「デジタル大辞泉(小学館)/コトバンク『行ってらっしゃい』(https://kotobank.jp/word/行ってらっしゃい-680807)」
「デジタル大辞泉(小学館)/コトバンク『只今』(https://kotobank.jp/word/只今-560670)」
「デジタル大辞泉(小学館)/コトバンク『お帰りなさい』(https://kotobank.jp/word/お帰りなさい-3227453)」