Kosakata Sushi: 30+ Istilah Jepang di Meja Sushi yang Sebenarnya Belum Kamu Tahu

Kodak
Hari ini kita bahas kosakata sushi!

Kata sushi pasti sudah kamu kenal, ya kan? Di Jakarta, Surabaya, Bandung, sushi sudah jadi makanan sehari-hari. Tapi coba jawab satu pertanyaan ini dulu:

Apa sebenarnya yang bikin sesuatu disebut “sushi”?

Hmm… ikan mentah? Soalnya tiap denger sushi, aku langsung kebayang salmon mentah di atas nasi.
Kodak
Nah, di situlah letak jebakannya! Jawabannya bukan ikan.

Yang bikin sushi disebut sushi itu nasi yang dibumbui cuka. Tidak ada nasi cuka, tidak ada sushi — sekalipun ikannya segunung.

Begitu kamu paham satu hal ini, seluruh kosakata sushi langsung jatuh ke tempatnya. Yuk kita bongkar pelan-pelan!

Arti “Sushi” Sebenarnya: Bukan Ikan Mentah, Tapi “Rasa Asam”

Sushi(すし/寿司、dibaca: su-shi)adalah nama untuk semua hidangan yang memakai nasi bercuka. Ikan mentah itu cuma salah satu isian yang bisa dipakai — bukan syarat.

Buktinya ada di asal-usul katanya sendiri. Menurut kamus etimologi Jepang Gogen Yurai Jiten, kata sushi berasal dari kata sifat kuno 「酸し」(sushi) yang artinya “asam”, “kecut”.

Oh, jadi nama makanannya itu artinya “yang asam” ya? Lucu juga, namanya nyeritain rasa, bukan bahannya.
Kodak
Persis! Dan ini masuk akal kalau kamu tahu sejarahnya.

Sushi zaman dulu bukan makanan cepat saji. Ikan diawetkan dengan cara difermentasi bersama nasi dan garam berbulan-bulan, mirip cara orang Asia Tenggara mengawetkan ikan. Hasilnya? Asam. Nah, rasa asam itulah yang jadi nama makanannya.

Belakangan orang Jepang menemukan jalan pintas: tinggal siram nasinya pakai cuka, rasa asamnya dapat tanpa nunggu berbulan-bulan. Dari situ lahir sushi yang kita makan sekarang.

Kenapa Kanji-nya Ada Tiga Macam: 鮓 / 鮨 / 寿司

Kalau kamu jalan-jalan ke Jepang, kamu bakal lihat tiga tulisan berbeda di papan nama restoran. Semuanya dibaca sushi, tapi ceritanya beda:

Tiga kanji untuk “sushi”

(sushi)
⇒ Kanji yang paling setia sama makna aslinya: ikan yang diawetkan/difermentasi bersama nasi.

(sushi)
⇒ Di Tiongkok kuno artinya “ikan yang diasinkan”. Lama-lama maknanya bercampur dengan 鮓 dan ikut dipakai untuk sushi.

寿司(sushi)
⇒ Ini yang paling sering kamu lihat, tapi justru yang paling muda. Muncul di akhir zaman Edo sebagai ateji (kanji yang dipilih cuma karena bunyinya cocok). 寿 = “umur panjang / perayaan”, 司 = “mengurus”. Jadi tulisannya bermakna baik: “yang membawa keberuntungan”.

Gitu ya… jadi kanji 寿司 yang paling terkenal itu sebenarnya cuma “kanji hoki” yang ditempel belakangan?
Kodak
Betul sekali! Dulu sushi itu makanan kaki lima yang murah meriah, tapi juga sering muncul di acara perayaan. Jadi orang milih kanji yang kedengarannya “berkah”. Semacam branding ala zaman Edo, ya kan?

Konsekuensi yang Bikin Kaget: Ini Sushi, Itu Bukan

Kalau definisinya “nasi bercuka”, maka dua hal ini otomatis benar — dan dua-duanya sering bikin orang kaget:

✔ INI SUSHI (walaupun nol ikan)
inari(いなり)— kantong tahu manis diisi nasi cuka. Nggak ada ikannya sama sekali.
kappa maki(かっぱ巻き)— gulungan nasi cuka isi timun.
tamago(玉子)— telur dadar manis di atas nasi cuka.

✘ INI BUKAN SUSHI (walaupun ikannya mentah)
sashimi(刺身)— irisan ikan mentah polos, tanpa nasi. Ini kategori makanan yang berbeda.

Wah, tunggu. Selama ini aku pikir sashimi itu “sushi versi tanpa nasi”! Ternyata malah sebaliknya ya?
Kodak
Ini salah paham paling umum di seluruh dunia, jadi kamu nggak sendirian!

Nasi bukan “tambahan” di sushi — nasi itu intinya. Begitu nasinya dilepas, dia berhenti jadi sushi.

Soal ini aku bahas tuntas di artikel khusus: Beda Nigiri dan Sashimi: Kenapa Sashimi Sebenarnya Bukan Sushi. Baca ya, biar kamu nggak salah pesan lagi!

Tiga Lapis Kosakata Sushi: Dari yang Kamu Hafal Sampai yang Tabu Diucapkan

Cara paling gampang menguasai kosakata sushi adalah dengan membaginya jadi tiga lapis. Tiap lapis punya “tingkat kesulitan” dan “tingkat kejutan” yang beda.

Tiga lapis kosakata sushi
Lapis 1 ⇒ Kata yang seluruh dunia tahu, tapi artinya sudah melenceng di luar Jepang
Lapis 2 ⇒ Kata yang sering kamu lihat di restoran, tapi nggak pernah kamu cari artinya
Lapis 3Fuchō(符牒)= kode rahasia para koki, yang justru tabu kalau diucapkan pelanggan
Ada lapis rahasianya juga?! Kok bisa ada kata yang nggak boleh diucapkan pelanggan sih?
Kodak
Sabar, itu bagian paling seru — nanti kita bahas di Lapis 3! Kita mulai dari yang paling dekat sama kamu dulu.

Lapis 1: Kata yang Kamu Kira Sudah Paham

Ini kata-kata yang sudah masuk bahasa Indonesia sehari-hari. Justru karena terlalu akrab, artinya jadi bergeser tanpa kita sadari.

  • sushi(寿司)⇒ Bukan “ikan mentah”, tapi hidangan bernasi cuka. Yang paling sering salah kaprah.
  • sashimi(刺身)⇒ Irisan ikan mentah tanpa nasi. Bukan sushi. Nama ini muncul sejak zaman Muromachi.
  • wasabi(わさび/山葵)⇒ Pasta hijau pedas. Tapi… yang kamu makan selama ini kemungkinan besar bukan wasabi. Serius.
  • nori(海苔)⇒ Lembaran rumput laut kering yang dipakai membungkus gulungan.
  • maki(巻き)⇒ Dari kata kerja maku(巻く)= “menggulung”. Jadi maki = “gulungan”.
Eh, tunggu — wasabi yang aku makan bukan wasabi?? Terus itu apa dong?
Kodak
Sebagian besar pasta hijau yang beredar di Indonesia itu dibuat dari horseradish (semacam lobak pedas dari Eropa) plus bubuk mustard dan pewarna hijau.

Tanaman wasabi aslinya Eutrema japonicum, dan susah banget dibudidayakan. Ceritanya panjang dan seru — aku tulis lengkap di sini: Wasabi Artinya Apa? Asal Kata, Pedas yang Naik ke Hidung, dan Kenapa Wasabi-mu Mungkin Palsu.

Lapis 2: Kata yang Tiap Hari Kamu Lihat Tapi Nggak Pernah Kamu Cari Artinya

Ini lapis yang paling menguntungkan buat pemula. Cuma lima kata, tapi begitu hafal, menu restoran Jepang langsung kebaca.

Lima kata kunci di meja sushi

shari(シャリ)= nasi cukanya
neta(ネタ)= isian/topping di atas nasi
gari(ガリ)= jahe acar merah muda di pinggir piring
agari(あがり)= teh hijau yang disajikan di restoran sushi
tsuma(つま)= irisan lobak putih & daun hijau yang jadi alas sashimi

Dua di antaranya punya kisah yang bahkan orang Jepang sendiri banyak yang nggak tahu:

  • shari(舎利)⇒ Menurut Gyōkai Yōgo Jiten (kamus istilah profesi susunan Yonekawa Akihiko), kata ini datang dari shari yang berarti relik tulang Buddha — karena butiran nasi putih dianggap mirip bentuknya. Jadi setiap kali koki bilang “shari”, dia sebenarnya sedang memakai istilah agama Buddha!
  • neta(ネタ)⇒ Ini kata dibalik. Aslinya tane(種)= “bahan/biji”. Dibalik jadi ne-ta. Orang Jepang suka banget main balik-balik suku kata seperti ini.
Oh, jadi neta itu tane yang dibalik ya? Kayak bahasa gaul yang dibalik-balik gitu dong!
Kodak
Tepat sekali! Prinsipnya sama persis.

Dan menariknya, kata neta sekarang sudah keluar dari restoran sushi. Di internet Jepang, neta dipakai untuk “bahan konten”, “bahan lawakan”, bahkan “spoiler”. Jadi kalau kamu lihat neta bare(ネタバレ)di internet Jepang, itu artinya “spoiler”!

Lapis 3: Fuchō — Kode Rahasia yang Justru Tabu Kalau Kamu Pakai

Nah, ini bagian yang paling bikin penasaran. Fuchō(符牒)adalah istilah rahasia internal restoran sushi — semacam bahasa sandi antar koki dan pegawai.

Kenapa restoran sushi punya banyak sekali bahasa sandi? Karena bentuk restorannya: pelanggan duduk tepat di depan koki, cuma dipisahkan meja counter. Semua obrolan dapur kedengaran pelanggan. Jadi para koki butuh cara ngomong soal harga, stok, dan bahan tanpa bikin pelanggan risih.

・agari(あがり)= teh
・murasaki(むらさき)= kecap asin (shoyu). Murasaki artinya “ungu” — dari warna kecapnya.
・gyoku(ぎょく/玉)= telur dadar manis. Dari cara baca kanji 玉 (tama → gyoku).
・namida(なみだ)= wasabi. Namida artinya “air mata” — karena kalau kebanyakan, matamu berair!
・shari(シャリ)= nasi cuka
・gari(ガリ)= jahe acar
・kappa(かっぱ)= timun. Dari nama makhluk mitologi air yang konon doyan timun.
・gesō(ゲソ)= kaki cumi
・tsukeba(つけ場)= area kerja koki
・oaiso(おあいそ)= bon/tagihan

Keren banget! Aku mau langsung praktek nih. Besok ke restoran Jepang aku pesan “agari, onegaishimasu!” biar kelihatan jago.
Kodak
Nah, tunggu dulu! Justru itu yang sebaiknya jangan kamu lakukan.

Fuchō itu bahasa pihak restoran, bukan bahasa pelanggan. Kalau pelanggan yang pakai, di Jepang itu dianggap yabo(野暮)— artinya “norak”, “sok tahu”, “nggak peka situasi”.

Ini bukan aturan tertulis, tapi rasa yang dipegang kuat sama orang Jepang. Yang benar tetap: “o-cha o kudasai”(お茶をください)= “minta tehnya, ya”.

Gitu ya… jadi tahu artinya itu penting, tapi mengucapkannya malah bikin malu. Untung nanya dulu!
Kodak
Persis! Dan ini pelajaran bahasa Jepang yang berharga banget:

Di bahasa Jepang, “siapa yang boleh mengucapkan sebuah kata” itu sama pentingnya dengan “apa arti kata itu”.

Kalau kamu penasaran kenapa teh bisa punya nama rahasia dan dari mana asalnya, ceritanya ada di sini: Agari Artinya Apa? Kenapa Teh di Restoran Sushi Punya Nama Rahasia.

Kosakata Bentuk Sushi: Nigiri, Maki, Gunkan, Chirashi, Inari

Sekarang bagian praktis — nama-nama bentuk sushi yang muncul di menu. Semuanya tetap “sushi” karena semuanya pakai nasi cuka; yang beda cuma cara nasi itu dibentuk.

  • nigiri(握り)⇒ Dari kata kerja nigiru(握る)= “menggenggam”. Nasi dikepal pakai tangan, lalu diberi neta di atasnya. Ini bentuk paling ikonik.
  • maki(巻き)⇒ Dari maku(巻く)= “menggulung”. Nasi dan isian digulung pakai nori.
  • temaki(手巻き)⇒ te(手)= “tangan” + maki. Digulung tangan jadi bentuk kerucut, dimakan langsung.
  • gunkan(軍艦)⇒ Artinya harfiahnya “kapal perang“! Nasi dikelilingi pagar nori supaya isian yang lembek (telur ikan, mayo, dsb.) nggak tumpah. Bentuknya memang mirip lambung kapal.
  • chirashi(ちらし)⇒ Dari chirasu(散らす)= “menaburkan”. Nasi cuka di mangkuk, isian ditaburkan di atasnya.
  • inari(いなり)⇒ Nasi cuka dimasukkan ke kantong tahu manis. Namanya dari Inari, dewa panen dalam kepercayaan Shinto, yang utusannya adalah rubah — dan rubah konon suka tahu goreng.
“Kapal perang” buat sebutan sushi?! Kok bisa lucu banget sih penamaannya.
Kodak
Bahasa Jepang memang doyan banget bikin nama dari bentuk visual dan bunyi, bukan dari definisi teknis.

Dan bukan cuma gunkan. Nama gari untuk jahe acar itu juga lahir dari bunyi kunyahannya, lho. Ceritanya di sini: Gari Artinya Apa? Jahe Merah Muda di Piring Sushi dan Bunyi “Gari-Gari” di Baliknya.

Bonus: Cara Menghitung Sushi

Bahasa Jepang punya kata bantu bilangan yang berbeda-beda tergantung benda yang dihitung — mirip “seekor / sebuah / sehelai” dalam bahasa Indonesia. Untuk nigiri, kata bantunya adalah kan(貫).

Menghitung sushi

ikkan(一貫)= 1 potong nigiri
nikan(二貫)= 2 potong nigiri
sankan(三貫)= 3 potong nigiri

※ Untuk gulungan utuh dipakai hon(本), dan untuk potongan gulungan dipakai kire(切れ).

Kosakata Halal: Mirin, Sake, dan Cuka di Dalam Nasi Sushi

Kodak
Nah, bagian ini penting banget buat pembaca di Indonesia, dan biasanya nggak dibahas di artikel kosakata sushi mana pun.

Kalau kamu peduli soal kehalalan, kamu perlu tahu nama-nama Jepang dari bahan yang jadi titik kritis. Soalnya di label dan di jawaban pegawai restoran, yang muncul sering kali istilah Jepangnya, bukan istilah Indonesianya.

Iya bener! Aku sering lihat kata “mirin” di daftar bahan tapi nggak tahu itu apa. Itu bumbu apa sih sebenarnya?

Mirin dan Sake — Dua Nama yang Perlu Kamu Kenali

Mirin(みりん/味醂)adalah bumbu cair manis dari beras ketan yang difermentasi. Secara kosakata, kanji-nya berarti kira-kira “rasa yang manis-legit”. Tapi secara isi, mirin adalah produk beralkohol.

Menurut panduan dari LPH KHT PP Muhammadiyah, mirin punya kandungan etanol yang bisa mencapai sekitar 14%. Karena itulah mirin — bersama sake(酒, arak beras) dan sebagian shoyu(醤油, kecap asin Jepang) — jadi bahan yang paling sering disorot dalam pembahasan sushi halal di Indonesia.

Tapi tunggu, mirin kan buat masak lauk. Nasi sushi-nya sendiri kan cuma nasi sama cuka, aman dong?
Kodak
Pertanyaan bagus, dan jawabannya agak mengejutkan!

Bumbu nasi sushi itu bukan cuka polos. Namanya sushi-zu(すし酢)= “cuka sushi”, dan dia adalah awasezu(合わせ酢)— cuka campuran. Isinya cuka + gula + garam, dan di banyak resep, mirin ikut masuk ke situ.

Jadi ya, bahan yang dibahas tadi bisa masuk sampai ke nasinya sendiri, bukan cuma ke saus.

Kalau Cuka-nya Sendiri Bagaimana?

Ini bagian yang sering bikin bingung, jadi mari kita lihat prosesnya secara jujur.

Cuka beras(米酢, komezu)dibuat lewat tiga tahap: pati beras diubah jadi gula, gula difermentasi jadi alkohol, lalu bakteri asam asetat mengubah alkohol itu menjadi asam asetat — inilah yang disebut fermentasi asam asetat. Jadi secara teknis, cuka memang lahir dari alkohol yang “dimakan habis” oleh bakteri.

Sumber industri cuka di Jepang menyebut bahwa pada produk cuka yang beredar, sisa alkoholnya tinggal sekitar 0,2% karena hampir semuanya sudah berubah jadi asam asetat.

Kodak
Aku sampaikan fakta prosesnya apa adanya ya, karena itu bagian dari memahami makanannya.

Tapi soal hukum halal-haramnya, itu bukan wilayah aku — itu wilayah lembaga sertifikasi dan ulama, dan pandangannya bisa berbeda-beda antar lembaga.

Yang bisa aku kasih ke kamu adalah kosakata dan pertanyaannya, biar kamu bisa mencari tahu sendiri dengan tepat!

Kosakata praktis buat bertanya di restoran

mirin(みりん)= bumbu manis beralkohol dari beras ketan
sake(酒)= arak beras; dalam konteks masak sering disebut ryōrishu(料理酒)
shoyu(醤油)= kecap asin Jepang
komezu(米酢)= cuka beras
sushi-zu(すし酢)= cuka campuran untuk membumbui nasi
shari(シャリ)= nasi cuka itu sendiri

Pertanyaan yang tepat: “Nasinya (shari) pakai mirin atau nggak?” — bukan sekadar “ada babinya nggak?”
Dan langkah paling aman: cek sertifikat halal resmi (BPJPH) di restorannya.

Oh, jadi belajar kosakata itu bukan cuma buat gaya-gayaan ya. Ini beneran kepake buat nanya hal yang penting buat aku sendiri.
Kodak
Itu dia inti belajar bahasa yang sesungguhnya! Kata yang kamu tahu artinya = pertanyaan yang bisa kamu ajukan. Semakin banyak kosakata, semakin banyak hal yang bisa kamu kendalikan sendiri.

Cara Mengucapkan Kosakata Sushi Biar Nggak Salah

Kabar baik buat orang Indonesia: vokal bahasa Jepang (a, i, u, e, o) hampir sama persis dengan vokal bahasa Indonesia. Kamu sudah punya modal besar. Tapi ada tiga jebakan kecil:

1. Jangan Ada Tekanan Suku Kata

Dalam bahasa Indonesia kita cenderung menekan salah satu suku kata. Bahasa Jepang tidak begitu — tiap suku kata (mora) punya panjang yang rata.

【Latihan】
wa-sa-bi — bukan “wasaaabi” atau “WAsabi”. Tiga ketukan yang sama rata.
a-ga-ri — empat huruf, tiga ketukan rata.
su-shi — dua ketukan. Bukan “susyiii”.

2. Bunyi “R” Jepang Lebih Ringan

Bunyi r Jepang bukan “r” bergetar seperti dalam kata rumah. Dia adalah ketukan tunggal lidah di langit-langit — posisinya di antara “r”, “l”, dan “d” ringan.

Bunyi ini paling dekat dengan “r” yang muncul di tengah kata Indonesia yang diucap cepat, seperti pada ca-ra. Coba di: ga-ri, ni-gi-ri, no-ri.

3. Perhatikan Vokal Panjang

Panjang-pendek vokal bisa mengubah arti dalam bahasa Jepang. Contohnya shōyu(醤油, kecap asin) — huruf “o”-nya panjang, dua ketukan: sho-o-yu. Kalau kamu ucapkan pendek, bunyinya jadi kata lain.

Oh, jadi panjang-pendeknya vokal itu beneran ngaruh ke arti ya? Aku kira cuma soal gaya ngomong aja.
Kodak
Ngaruh banget! Di bahasa Jepang, panjang vokal itu setara dengan huruf tersendiri.

Tapi tenang — buat kosakata sushi yang kita bahas hari ini, vokal panjangnya cuma ada di shōyu dan gyoku. Sisanya pendek semua, jadi kamu aman!

Peta Lengkap Kosakata Sushi — Rangkuman

Ayo kita rapikan semuanya jadi satu peta.

Peta kosakata sushi

● Definisinya
sushi = hidangan bernasi cuka(dari kata kuno 酸し “asam”)
inari & kappa maki = sushi (walau tanpa ikan)
sashimi = bukan sushi (walau ikannya mentah)

● Bentuknya
nigiri(dikepal)/maki(digulung)/temaki(gulung tangan)
gunkan(”kapal perang”)/chirashi(ditabur)/inari(kantong tahu)

● Di atas meja
shari(nasi cuka・dari kata “relik Buddha”)
neta(isian・balikan dari tane
gari(jahe acar)/agari(teh)/tsuma(alas sashimi)

● Fuchō — tahu artinya, tapi jangan diucapkan
agari(teh)/murasaki(kecap asin)/gyoku(telur)/namida(wasabi)
kappa(timun)/gesō(kaki cumi)/oaiso(bon)

● Titik kritis halal
mirin(sekitar 14% etanol)/sake/shoyu/sushi-zu
⇒ tanya soal shari-nya, dan cek sertifikat resmi

Wah, ternyata di balik satu piring sushi ada sejarah, agama Buddha, bahasa sandi, sama mitologi rubah semua ya. Padahal cuma nasi sama ikan!
Kodak
Itulah kenapa belajar kosakata lewat makanan itu enak banget — kamu langsung punya konteks nyata buat setiap kata.

Sekarang kamu sudah punya peta besarnya. Berikutnya tinggal masuk ke detail tiap kata!

Lanjut ke Pembahasan Detail Tiap Kata

Empat kata di bawah ini punya cerita yang terlalu panjang untuk dimuat di satu halaman. Masing-masing aku bahas tuntas di artikel terpisah:

Wasabi Artinya Apa? Asal Kata, Pedas yang Naik ke Hidung, dan Kenapa Wasabi-mu Mungkin Palsu
⇒ Kenapa pedas wasabi beda total dari pedas cabai, dan kenapa pasta hijau di Indonesia hampir selalu bukan wasabi.

Gari Artinya Apa? Jahe Merah Muda di Piring Sushi dan Bunyi “Gari-Gari” di Baliknya
⇒ Namanya lahir dari bunyi kunyahan. Kenalan juga sama gitaigo, kata tiruan bunyi khas Jepang.

Agari Artinya Apa? Kenapa Teh di Restoran Sushi Punya Nama Rahasia
⇒ Kata ini datang dari dunia hiburan zaman Edo, dan ada aturan tak tertulis soal siapa yang boleh mengucapkannya.

Beda Nigiri dan Sashimi: Kenapa Sashimi Sebenarnya Bukan Sushi
⇒ Salah paham nomor satu di seluruh dunia, plus asal-usul kata sashimi yang berhubungan dengan pantangan kaum samurai.

Kodak
Selamat belajar, dan selamat makan sushi dengan mata yang baru! Itadakimasu(いただきます)ya!
Sumber rujukan
語源由来辞典「寿司/鮨/鮓」(https://gogen-yurai.jp/sushi/
語源由来辞典「刺身」(https://gogen-yurai.jp/sashimi/
全国すし商生活衛生同業組合連合会「すし用語・符牒」(https://sushi-all-japan.com/index_b2_5.html
レファレンス協同データベース(国立国会図書館)「寿司屋で使われている用語の語源」(https://crd.ndl.go.jp/reference/detail?page=ref_view&id=1000176555
LPH KHT PP Muhammadiyah「Panduan Memilih Sushi Halal」(https://lphkhtmuhammadiyah.or.id/panduan-memilih-sushi-halal-kenali-bahan-dan-prosesnya/
和食文化国民会議「発酵−お酢は酒から造られる発酵調味料−」(https://washokujapan.jp/column/info-20240125/
Micoas Press「お酢の原料って何?米酢とすし酢の違いは?」(https://micoas-press.com/vinegar-material/