Masalahnya, bahasa Jepang punya banyak pilihan: ください(kudasai), お願いします(onegaishimasu), 頼む(tanomu), ちょうだい(choudai), dan masih ada lagi.
Dan yang bikin pusing, pilihan kata di sini menentukan hubungan kamu sama orang itu. Salah pilih, bisa kedengaran maksa padahal maksudnya sopan.
Bahasa Indonesia sebenarnya sudah punya pembagian yang mirip banget dengan bahasa Jepang. Kamu tinggal sadar aja bahwa kamu sudah bisa.
- 1 Permintaan dalam bahasa Jepang ditentukan dua sumbu, bukan satu tangga kesopanan
- 2 Sumbu 1: Barang atau tindakan? Ini sama persis dengan “minta” dan “tolong”
- 3 Sumbu 2: Empat kata, empat jarak dengan lawan bicara
- 4 Kenapa “kudasai” yang sopan kadang terdengar kasar?
- 5 Tangga kesopanan lengkap: dari teman dekat sampai atasan
- 6 Kalau bingung, “onegaishimasu” adalah senjata serbaguna
- 7 Tabel rangkuman: pilih kata dalam tiga detik
- 8 Pelajari satu per satu lebih dalam
- 9 Rangkuman
Permintaan dalam bahasa Jepang ditentukan dua sumbu, bukan satu tangga kesopanan
Kebanyakan buku pelajaran menyusun ungkapan permintaan bahasa Jepang seperti anak tangga: dari yang kasar di bawah sampai yang paling sopan di atas. Cara itu tidak salah, tapi tidak cukup, dan justru bikin kamu salah pilih di situasi nyata.
Yang sebenarnya terjadi, pilihan kata ditentukan oleh dua pertanyaan yang berbeda:
Sumbu 1: Apa yang kamu minta?
Sebuah barang, atau sebuah tindakan?
Sumbu 2: Sedekat apa kamu dengan lawan bicara?
Teman dekat, adik, rekan sederajat, atau orang yang lebih tinggi posisinya?
Sumbu 1 menentukan bentuk kalimatnya. Sumbu 2 menentukan kata mana yang kamu pakai.
Ayo kita mulai dari sumbu 1, karena di sinilah orang Indonesia punya keunggulan yang tidak dimiliki pelajar dari negara lain.
Sumbu 1: Barang atau tindakan? Ini sama persis dengan “minta” dan “tolong”
Coba pikirkan bagaimana kamu meminta sesuatu dalam bahasa Indonesia sehari-hari. Tanpa sadar, kamu memakai dua kata yang berbeda tergantung apa yang kamu minta.
Kalau kamu minta barang → minta
“Minta air dong.”
Kalau kamu minta tindakan → tolong
“Tolong tunggu sebentar.”
Ini bukan perasaan kamu saja. KBBI mendefinisikan minta sebagai “berkata-kata supaya diberi sesuatu”, sedangkan tolong didefinisikan cukup satu kata: “bantu”. Jadi satu kata untuk barang, satu kata untuk bantuan memang sudah terpisah sejak awal di bahasa Indonesia.
Bahasa Jepang membuat pembagian yang persis sama pada kata ください(kudasai). Bentuk kalimatnya berubah tergantung kamu minta barang atau minta tindakan.
Dua bentuk ください
[BARANG] Kata benda + を + ください
水をください。
Mizu o kudasai.
→ “Minta air.”
[TINDAKAN] Kata kerja bentuk-て + ください
待ってください。
Matte kudasai.
→ “Tolong tunggu.”
Pelajar dari Jerman atau Inggris cuma punya satu kata (bitte, please) untuk dua situasi ini, jadi mereka harus belajar membedakannya dari nol. Kamu tinggal memindahkan pembagian yang sudah ada di kepalamu.
Perhatikan juga bahwa yang berubah bukan cuma partikelnya, tapi bentuk kata kerjanya. Kata kerja harus diubah dulu ke bentuk-て sebelum ditempel ください. Ini yang sering bikin pemula tersandung.
Contoh sehari-hari: barang vs tindakan
[BARANG → 〜をください]
・メニューをください。
Menyuu o kudasai.
(Minta menunya.)
・これをください。
Kore o kudasai.
(Minta yang ini. — kalimat andalan waktu belanja)
・レシートをください。
Reshiito o kudasai.
(Minta struknya.)[TINDAKAN → 〜てください]
・もう一度言ってください。
Mou ichido itte kudasai.
(Tolong ulangi sekali lagi.)
・ゆっくり話してください。
Yukkuri hanashite kudasai.
(Tolong bicara pelan-pelan.)
・写真を撮ってください。
Shashin o totte kudasai.
(Tolong fotoin.)
Sumbu 2: Empat kata, empat jarak dengan lawan bicara
Bahasa Jepang punya kata yang benar-benar berbeda untuk jarak sosial yang berbeda. Bukan cuma nada suara yang berubah — kosakatanya yang ganti.
Empat kata utamanya adalah ちょうだい, 頼む, ください, dan お願いします. Mari kita lihat satu per satu, dari yang paling dekat ke yang paling aman.
1. ちょうだい(choudai)— sangat akrab, terasa kekanak-kanakan
Dipakai ke teman sangat dekat, adik, atau anak-anak. Nuansanya manja dan santai.
Asalnya dari kata serapan Tionghoa 「頂戴」 yang aslinya justru bahasa hormat untuk “menerima”. Tapi begitu ditulis hiragana dan dipakai di percakapan santai, kesannya berubah total jadi bahasa anak kecil atau bahasa yang berkesan feminin.
・お菓子、ちょうだい。
Okashi, choudai.
(Minta kuenya dong.)
・ちょっと待ってちょうだい。
Chotto matte choudai.
(Tunggu bentar dong.)
Satu peringatan: kalau kamu laki-laki dewasa dan pakai ちょうだい ke rekan kerja, kesannya bisa terlalu manja. Aman dipakai kalau lawan bicaranya benar-benar dekat.
2. 頼む(tanomu)— sederajat atau lebih muda, terasa maskulin
Ini kata kerja biasa yang artinya “meminta / menitipkan”. Dipakai di percakapan santai antar teman sederajat, dan sering terdengar dari laki-laki.
Bedanya dengan ちょうだい: 頼む tidak dipakai untuk meminta barang. Kata ini untuk menitipkan urusan atau pekerjaan kepada seseorang.
・頼むよ。
Tanomu yo.
(Aku titip ya. / Andelin kamu ya.)
・あとは頼んだ。
Ato wa tanonda.
(Sisanya aku serahin ke kamu.)
Kamus Kojien digital (Digital Daijisen) mencatat 頼む punya beberapa arti bertingkat, mulai dari “meminta” sampai “mengandalkan; menyerahkan urusan sepenuhnya”. Nuansa “mengandalkan” inilah yang bikin 頼むよ terdengar hangat di antara teman.
3. ください(kudasai)— sopan, tapi ada jebakannya
Inilah yang kamu pelajari pertama kali. Bentuknya sopan, dan secara tata bahasa memang bahasa sopan yang benar.
Tapi asal-usulnya penting: ください adalah bentuk perintah dari kata kerja くださる(kudasaru), yaitu bentuk hormat dari “memberi”. Artinya, di dalam DNA-nya, ください itu sebuah perintah yang dihormatkan.
4. お願いします(onegaishimasu)— paling aman, bisa dipakai ke siapa saja
Susunannya: お(awalan hormat)+ 願い(”harapan”)+ します(bentuk sopan dari する “melakukan”). Jadi harfiahnya “aku menyampaikan harapan”.
Karena bentuknya adalah menundukkan kepala dan menyampaikan harapan, bukan menyuruh, kata ini hampir tidak pernah terdengar seperti perintah. Ini yang bikin dia paling aman.
Ini bagian yang tidak pernah dijelaskan di kebanyakan buku pelajaran. Ayo kita bahas serius.
Kenapa “kudasai” yang sopan kadang terdengar kasar?
Ini inti dari seluruh topik permintaan bahasa Jepang, dan sekaligus jebakan terbesar buat pelajar.
Situs Tokyo University of Foreign Studies yang menjelaskan tata bahasa Jepang membagi fungsi 「Vてください」 jadi tiga, bukan satu:
Tiga fungsi 〜てください
(1) INSTRUKSI / PERINTAH
Dipakai kalau lawan bicara memang wajar untuk menuruti pembicara.
Contoh: guru ke murid, dokter ke pasien, polisi ke warga.
→ Di sinilah bahayanya.
(2) PERMINTAAN
Untuk hal yang menguntungkan pembicara. Tidak ada batasan hubungan.
Contoh: ちょっと待ってください(tolong tunggu sebentar)
(3) ANJURAN / DORONGAN
Justru untuk kebaikan lawan bicara. Tidak ada batasan hubungan.
Contoh: がんばってください(semangat ya)
Kalau kamu mengucapkan 〜てください ke orang yang posisinya lebih tinggi atau ke orang yang tidak berkewajiban menuruti kamu, otak orang Jepang bisa membacanya sebagai fungsi (1): instruksi. Dan di situlah rasanya jadi tidak enak.
Contoh paling gampang dipahami: bayangkan kamu di kasir minimarket dan antriannya lama.
・早くしてください。
Hayaku shite kudasai.
(Tolong cepat.)
→ Secara tata bahasa 100% sopan. Tapi yang tertangkap kasir adalah “cepat, dong!” Ini kedengaran seperti majikan menyuruh bawahan.
・急いでいるので、お願いします。
Isoide iru node, onegaishimasu.
(Aku lagi buru-buru, jadi mohon bantuannya.)
→ Isinya sama, tapi tidak ada rasa menyuruh sama sekali.
Dan solusinya sederhana banget. Ada satu aturan praktis yang bisa kamu pakai mulai besok.
Aturan praktis yang menyelamatkan
Kalau kamu ragu apakah 〜てください terlalu keras,
ganti saja dengan お願いします atau 〜ていただけますか.
Terlalu sopan hampir tidak pernah jadi masalah. Kurang sopan iya.
Tangga kesopanan lengkap: dari teman dekat sampai atasan
Sekarang mari kita susun semuanya jadi satu tangga. Contohnya kita pakai satu kalimat yang sama: “tolong bantu aku”.
Tangga permintaan: 手伝う(tetsudau / membantu)
[Sangat akrab]
手伝ってちょうだい。/ Tetsudatte choudai.
→ “Bantuin dong.” (manja, akrab)
[Teman sederajat]
手伝って。/ Tetsudatte.
→ “Bantuin.” (paling polos dan sering dipakai)
手伝ってくれる?/ Tetsudatte kureru?
→ “Bisa bantuin?” (bentuk tanya, jadi lebih lembut)
[Sopan standar]
手伝ってください。/ Tetsudatte kudasai.
→ “Tolong bantu.” (hati-hati: bisa terasa seperti instruksi)
[Sopan dan aman]
手伝ってもらえますか。/ Tetsudatte moraemasu ka.
→ “Bisa minta tolong dibantu?”
[Ke atasan / orang yang dihormati]
手伝っていただけますか。/ Tetsudatte itadakemasu ka.
→ “Apakah saya boleh mohon bantuannya?”
手伝っていただけませんか。/ Tetsudatte itadakemasen ka.
→ Versi negatif, terasa lebih sungkan lagi.
Bentuk tanya membuat keputusan ada di tangan lawan bicara — dia bebas bilang tidak. Dan bentuk tanya negatif seolah berkata “aku sudah siap kamu tolak”, jadi tekanannya makin kecil lagi.
Makin besar ruang buat lawan bicara menolak, makin sopan kalimatnya. Prinsip ini berlaku di seluruh bahasa Jepang.
Situs Japan Forum yang membahas cara belajar bahasa Jepang juga menyusun tangga yang sama, dan menegaskan bahwa 「〜てください」 adalah permintaan langsung yang bisa jadi tidak sopan kalau ditujukan ke atasan.
Kalau bingung, “onegaishimasu” adalah senjata serbaguna
Kata ini bisa dipakai untuk barang maupun tindakan, dan bahkan berdiri sendiri tanpa kalimat apa pun.
[Untuk barang]
・コーヒーをお願いします。
Koohii o onegaishimasu.
(Kopinya, ya.)[Untuk tindakan, sambil menunjuk pekerjaan]
・これ、お願いします。
Kore, onegaishimasu.
(Yang ini, mohon dikerjakan ya.)[Berdiri sendiri]
・お願いします。
Onegaishimasu.
(Mohon bantuannya. — dan lawan bicara paham dari konteks)
Satu catatan teknis: お願いします tidak bisa ditempel langsung ke bentuk-て. Jangan bilang 「待ってお願いします」 — itu salah. Untuk kata kerja, pakai 「〜てください」 atau 「〜ていただけますか」, atau bilang お願いします sebagai kalimat terpisah.
Tabel rangkuman: pilih kata dalam tiga detik
Peta empat kata permintaan
ちょうだい(choudai)
Untuk: teman sangat dekat, anak-anak, adik
Bisa untuk barang dan tindakan
Rasa: manja, kekanak-kanakan, berkesan feminin
→ mirip “minta … dong”
頼む(tanomu)
Untuk: teman sederajat atau lebih muda
Hanya untuk tindakan / menitipkan urusan
Rasa: santai, hangat, cenderung maskulin
→ mirip “aku titip ya”
ください(kudasai)
Untuk: umum, tapi hati-hati ke atasan
Barang: 〜をください / Tindakan: 〜てください
Rasa: sopan, tapi bisa terbaca sebagai instruksi
→ mirip “tolong” dengan nada agak tegas
お願いします(onegaishimasu)
Untuk: siapa saja, termasuk atasan
Barang, tindakan, bahkan berdiri sendiri
Rasa: paling aman, tidak pernah terdengar menyuruh
→ mirip “mohon bantuannya”
Pelajari satu per satu lebih dalam
Tapi tiap kata punya detail yang layak dibahas sendiri. Aku sudah siapkan artikel terpisah untuk masing-masing. Silakan lanjut ke yang paling kamu butuhkan!
Onegaishimasu Artinya Apa? Kata Ajaib yang Dipakai Orang Jepang Setiap Hari
Kenapa satu kata ini bisa dipakai di kasir, di kantor, sampai sebelum bertanding olahraga.
Beda Kudasai dan Onegaishimasu: Kenapa Yang Sopan Bisa Terdengar Menyuruh
Pertanyaan nomor satu pelajar bahasa Jepang, dibedah sampai ke akar katanya.
Tanomu Artinya Apa? Cara Minta Tolong ke Teman Sederajat
Kata yang bikin kamu terdengar seperti orang Jepang beneran di antara teman.
Choudai Artinya Apa? “Minta Dong” Versi Bahasa Jepang
Kata yang lucu asal-usulnya: dari bahasa super hormat jadi bahasa anak kecil.
Rangkuman
● Sumbu 1 sudah kamu kuasai: minta = 〜をください, tolong = 〜てください.
● Sumbu 2 adalah pilihan kosakata: ちょうだい → 頼む → ください → お願いします, dari yang paling akrab ke yang paling aman.
● Poin terpenting: ください berasal dari bentuk perintah, jadi 〜てください bisa terbaca sebagai instruksi meski tata bahasanya sopan.
● Kalau ragu, pakai お願いします atau 〜ていただけますか. Terlalu sopan jarang jadi masalah.
Bahasa Jepang bukan hafalan tanpa logika. Begitu kamu tahu kenapa sebuah kata terasa begitu, kamu bisa memilih sendiri di situasi yang belum pernah kamu temui. Sampai jumpa di artikel berikutnya, ya kan?
Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring, entri “minta” (https://kbbi.web.id/minta)
Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring, entri “tolong” (https://kbbi.web.id/tolong)
TUFS Language Modules, Tata Bahasa Jepang “Vてください” (https://www.coelang.tufs.ac.jp/mt/ja/gmod/contents/explanation/056.html)
The Japan Forum, “日本語の難しさ(3)授受表現から「依頼」の表現へ” (https://www.tjf.or.jp/hidamari/3_migakou/manabikata19.html)
Kotobank, entri “頼む” (Digital Daijisen / Nihon Kokugo Daijiten) (https://kotobank.jp/word/頼む-562131)
Wiktionary bahasa Jepang, entri “ちょうだい” (https://ja.wiktionary.org/wiki/ちょうだい)