Kata ini terdiri dari dua bagian: “pre-“ (sebelum, lebih dulu) + “dict” (berkata, mengucapkan).
Jadi gambaran intinya adalah “mengatakan sesuatu lebih dulu, sebelum hal itu terjadi”, dan dari situ lahir arti “predict” = memprediksi, memperkirakan, meramalkan.
Pertanyaan bagus, dan jawabannya: hampir, tapi tidak persis. Justru di situlah letak serunya.
Dalam bahasa Indonesia kamu punya tiga pilihan untuk satu kata Inggris ini: memprediksi, meramalkan, dan memperkirakan. Salah pilih, nuansanya bisa berubah dari “ilmuwan” jadi “dukun” lho!
- 1 Predict artinya apa? Gambaran intinya “mengatakan lebih dulu”
- 2 Cara baca predict dalam bahasa Inggris: 3 jebakan khas penutur Indonesia
- 3 Pola kalimat “predict”: 5 bentuk yang wajib kamu kuasai
- 4 Predict vs forecast bedanya apa? Kunci jawabannya di “data” dan “rentang waktu”
- 5 “Memprediksi” dalam bahasa Inggris: kenapa “meramalkan” bisa terdengar seperti dukun?
- 6 Asal-usul kata “predict”: dari bahasa Latin “mengatakan lebih dulu”
- 7 Menghafal lewat komponen: “pre-” + “dict”
- 8 Rangkuman: arti, cara baca, dan cara pakai “predict”
Predict artinya apa? Gambaran intinya “mengatakan lebih dulu”
“predict” (dibaca /prɪˈdɪkt/, kira-kira “pri-DIKT”, kata kerja) artinya “mengatakan bahwa sesuatu akan terjadi, sebelum hal itu benar-benar terjadi” — dalam bahasa Indonesia: memprediksi, memperkirakan, meramalkan.
Kata ini tersusun dari “pre-” (sebelum) + “dict” (berkata), dan “berkata lebih dulu” inilah gambaran inti yang menyatukan semua penggunaannya.
Nah, coba bayangkan begini. Ada satu peristiwa yang belum terjadi, masih di depan sana. Kamu berdiri di titik “sekarang”, lalu membuka mulut duluan dan menyebutkan apa yang akan terjadi.
Itu saja isi kata “predict”. Tidak ada syarat harus benar, tidak ada syarat harus pakai alat canggih. Yang penting: ucapannya datang lebih dulu daripada kejadiannya.
Karena itulah “predict” bisa dipakai untuk hal-hal yang jangkauannya sangat luas — mulai dari tebakan iseng soal skor bola, sampai hasil perhitungan superkomputer dalam jurnal ilmiah.
Dan yang penting untuk kamu ingat sejak awal: dalam bahasa Inggris, kata ini terasa netral. Tidak ada aroma mistis, tidak ada aroma klenik. Seorang dokter, seorang ekonom, dan seorang peramal kartu tarot sama-sama bisa memakai kata “predict” tanpa terdengar aneh.
Contoh kalimat dasar “predict”
【Prediksi sehari-hari】
・No one can predict the future.
(Tidak ada yang bisa memprediksi masa depan.)
・I predict that our team will win 2-0.
(Aku prediksi tim kita menang 2-0.)【Prediksi berbasis data / ilmiah】
・Experts predict that the economy will improve next year.
(Para ahli memprediksi ekonomi akan membaik tahun depan.)
・The theory predicts that the two objects will fall at the same speed.
(Teori itu memprediksi bahwa kedua benda akan jatuh dengan kecepatan yang sama.)【Bentuk pasif】
・Unemployment is predicted to increase this year.
(Angka pengangguran diprediksi meningkat tahun ini.)
・Sales were five percent lower than predicted.
(Penjualan lima persen lebih rendah daripada yang diprediksi.)
Cara baca predict dalam bahasa Inggris: 3 jebakan khas penutur Indonesia
Nah, itu dia masalahnya! Kata serapan yang sudah akrab justru sering jadi jebakan, karena mulut kita otomatis ikut kebiasaan bahasa Indonesia.
Bunyi resminya adalah /prɪˈdɪkt/, kalau ditulis kasar: “pri-DIKT”. Ada tiga hal yang perlu kamu jaga.
1. Bunyi “pre-” bukan “pré” seperti di kata “prediksi”
Dalam bahasa Indonesia, “prediksi” dibaca dengan e taling: PRÉ-dik-si. Refleks inilah yang biasanya ikut terbawa.
Tapi dalam bahasa Inggris, suku kata pertama “predict” adalah suku kata tanpa tekanan, sehingga vokalnya menyusut jadi bunyi pendek yang samar — lebih dekat ke “pri” daripada ke “pré”. Bayangkan mengucapkan kata “pribadi”, lalu ambil suku kata pertamanya saja.
2. Tekanan jatuh di suku kata KEDUA: pre-DICT
Ini jebakan yang paling sering bikin kalimat terdengar “berat sebelah”. Dalam bahasa Indonesia, kata dua suku kata biasanya ditekan di depan (MA-kan, TU-lis). Kalau kebiasaan itu dibawa, keluarlah “PRE-dict” yang terdengar asing di telinga penutur asli.
Yang benar sebaliknya: bagian belakang yang dikeraskan dan dipanjangkan — pre-DICT.
3. Akhiran “-ct” adalah dua bunyi mati berurutan: /kt/
Bahasa Indonesia hampir tidak pernah menutup kata dengan dua konsonan berdempet. Akibatnya muncul dua kesalahan khas: huruf t-nya hilang (“pridik”), atau justru disisipi vokal (“pridiket”/”pridikte”).
Trik latihannya: ucapkan “dik”, lalu tahan, lalu sentuhkan ujung lidah ke gusi atas untuk bunyi “t” tanpa mengeluarkan vokal apa pun setelahnya. Bunyinya seperti terpotong tiba-tiba, dan memang begitulah seharusnya.
Pengucapan “predict” dan keluarganya
●predict /prɪˈdɪkt/ ⇒ “pri-DIKT” (kata kerja: memprediksi)
●prediction /prɪˈdɪkʃən/ ⇒ “pri-DIK-syen” (kata benda: prediksi, ramalan)
●predictable /prɪˈdɪktəbl/ ⇒ “pri-DIK-te-bel” (kata sifat: mudah ditebak)
●predictably /prɪˈdɪktəbli/ ⇒ “pri-DIK-te-bli” (kata keterangan: seperti sudah diduga)
●unpredictable /ˌʌnprɪˈdɪktəbl/ ⇒ “an-pri-DIK-te-bel” (kata sifat: sulit ditebak)
※Perhatikan: pada semua bentuk di atas, tekanan tetap setia pada suku kata “-DICT-“.
Betul sekali! Kalau kamu hafal satu, otomatis dapat lima. Efisien, ya kan?
Dan kata “unpredictable” itu sangat sering dipakai untuk menggambarkan orang atau cuaca yang berubah-ubah — misalnya “The weather here is so unpredictable.” Coba simpan yang satu itu.
Pola kalimat “predict”: 5 bentuk yang wajib kamu kuasai
Arti sudah masuk, cara baca sudah aman. Sekarang bagian yang paling menentukan apakah kalimatmu terdengar alami atau tidak: polanya.
“predict” adalah kata kerja transitif, artinya dia butuh sesuatu di belakangnya. Ada lima cara mengisi “sesuatu” itu.
1. predict + that + (anak kalimat) — pola paling sering
Kalau yang kamu prediksi berupa peristiwa lengkap (“A akan melakukan B”), pakai pola ini. Kata “that” boleh dihilangkan dalam percakapan santai.
【Contoh】
・Newspapers predicted that Davis would be re-elected.
(Koran-koran memprediksi bahwa Davis akan terpilih kembali.)
・I predict he’ll be late again.
(Aku prediksi dia bakal telat lagi. ※”that” dihilangkan)
2. predict + kata benda
Kalau yang diprediksi cukup diringkas jadi satu benda atau konsep — hasil pertandingan, masa depan, gempa bumi — langsung tempelkan saja.
【Contoh】
・Scientists still cannot predict earthquakes accurately.
(Ilmuwan masih belum bisa memprediksi gempa bumi secara akurat.)
・It is impossible to predict the outcome of the match.
(Mustahil memprediksi hasil pertandingan itu.)
3. predict + what / whether / how — kalau isinya masih tanda tanya
Ini pola yang sering terlewat oleh pemula, padahal sangat berguna. Dipakai saat yang diprediksi bukan “apa yang terjadi”, melainkan “APAKAH / APA / BAGAIMANA hal itu terjadi”.
【Contoh】
・It’s difficult to predict what the long-term effects will be.
(Sulit memprediksi bagaimana dampak jangka panjangnya nanti.)
・No one can predict whether the plan will succeed.
(Tidak ada yang bisa memprediksi apakah rencana itu akan berhasil.)
4. be predicted to + kata kerja — bentuk pasif khas berita
Kalau kamu membaca artikel ekonomi atau berita berbahasa Inggris, pola ini muncul di mana-mana. Dipakai ketika siapa yang memprediksi tidak penting — yang penting isinya.
【Contoh】
・The population is predicted to increase by 20 percent.
(Jumlah penduduk diprediksi bertambah 20 persen.)
・Interest rates are predicted to remain low.
(Suku bunga diprediksi tetap rendah.)
5. as predicted / than predicted — untuk membandingkan dengan kenyataan
Setelah kejadiannya lewat, kamu bisa menengok ke belakang dan membandingkannya dengan prediksi tadi.
【Contoh】
・As predicted, the ceremony started late.
(Seperti yang sudah diprediksi, acaranya mulai terlambat.)
・The damage was worse than predicted.
(Kerusakannya lebih parah daripada yang diprediksi.)
Satu catatan kecil tapi penting soal bentuk kata bendanya, “prediction”.
Kalau mau bilang “membuat prediksi”, pasangan kata kerjanya adalah make ⇒ “make a prediction”. Banyak yang tergoda memakai “do”, tapi itu terdengar janggal ya!
Predict vs forecast bedanya apa? Kunci jawabannya di “data” dan “rentang waktu”
Nah, ini pertanyaan yang tepat sekali! Dua-duanya memang soal masa depan, tapi luas wilayahnya beda jauh.
Gampangnya: “predict” itu payung besar, “forecast” itu satu kotak khusus di bawah payung tersebut.
⇒ “forecast” (prakiraan berbasis data), “estimate” (perkiraan angka), “foretell / prophesy” (nubuat, kekuatan gaib)
Mari kita lihat batasannya satu per satu.
“forecast” punya tiga ciri yang cukup ketat. Pertama, dia hampir selalu berdiri di atas data dan angka yang sudah ada sekarang. Kedua, dia menyangkut rentang waktu ke depan, bukan satu titik kejadian acak. Ketiga, bidangnya cenderung terbatas: cuaca, penjualan, ekonomi, pertumbuhan, suku bunga.
Sementara “predict” tidak punya batasan itu sama sekali. Tebakan asal-asalan boleh, hasil riset serius juga boleh, urusan pribadi juga boleh.
Rasakan bedanya lewat situasi nyata
●I predict Indonesia will win 2-0 tonight.
「Aku prediksi Indonesia menang 2-0 malam ini.」
⇒ Alami. Ini tebakan pribadi, dan “predict” memang menampung itu.
●△ I forecast Indonesia will win 2-0 tonight.
⇒ Terdengar janggal, seolah kamu sedang bercanda meniru gaya presenter berita ekonomi. Satu pertandingan bukan “rentang waktu berbasis data”.
●Rain is forecast for the weekend.
「Akhir pekan diprakirakan hujan.」
⇒ Sempurna. Cuaca adalah wilayah kekuasaan “forecast”.
●The company forecasts sales of $5 million this year.
「Perusahaan itu memprakirakan penjualan 5 juta dolar tahun ini.」
⇒ Sempurna. Ada data, ada periode (tahun ini).
●The theory predicts a completely different result.
「Teori itu memprediksi hasil yang sama sekali berbeda.」
⇒ Di sini “forecast” tidak bisa masuk. Ini konsekuensi logis dari sebuah teori, bukan prakiraan berbasis tren.
Tepat sekali, itu ringkasan yang bagus!
Dan satu tips praktis: kalau kamu ragu, pilih “predict” saja. Karena wilayahnya lebih luas, “predict” jarang terdengar salah. Sebaliknya, memaksakan “forecast” di tempat yang bukan wilayahnya justru langsung ketahuan.
Ada satu hal lagi yang perlu kamu tahu soal “forecast”: kata ini lebih sering muncul sebagai kata benda daripada kata kerja.
Acara ramalan cuaca di TV berbahasa Inggris disebut “the weather forecast” — dan bentuk ini sudah membeku jadi satu kesatuan. Menyebutnya “the weather prediction” secara tata bahasa tidak salah, tapi bukan itu yang orang katakan sehari-hari.
・estimate
(memperkirakan angka atau jumlah secara kasar — tidak harus soal masa depan)
※We estimate the cost at around 10 million rupiah. ⇒ Ini soal menaksir besaran, bukan meramal kejadian.
・foresee
(sudah tahu lebih dulu bahwa sesuatu akan terjadi — biasanya dipakai dalam bentuk negatif)
※Nobody could have foreseen this problem. ⇒ Menekankan “tidak ada yang menyangka”, bukan mengumumkan prediksi.
・foretell / prophesy
(menubuatkan — mengandung aroma kekuatan gaib, kitab suci, atau nabi)
※Kalau kamu memakai kata ini untuk laporan kantor, suasananya langsung berubah jadi kisah legenda.
“Memprediksi” dalam bahasa Inggris: kenapa “meramalkan” bisa terdengar seperti dukun?
Nah, sekarang kita balik arahnya. Tadi kita jalan dari Inggris ke Indonesia. Sekarang dari Indonesia ke Inggris.
Kalau kamu mau bilang “memprediksi” dalam bahasa Inggris, jawabannya gampang: predict. Tapi pertanyaan sebaliknya jauh lebih menarik — kenapa bahasa Indonesia butuh tiga kata berbeda untuk satu kata Inggris ini?
Bahasa Indonesia punya kata serapan prediksi / memprediksi, dan berdampingan dengan itu ada kata asli ramal / meramalkan / ramalan, ditambah lagi perkiraan / memperkirakan.
Bagi penutur asli Indonesia, ketiganya terasa “sama saja” karena sudah terbiasa. Tapi begitu kamu menerjemahkannya balik ke bahasa Inggris, perbedaannya jadi tajam sekali.
Kenapa “meramalkan” punya aroma klenik? Jawabannya ada di pasir
Kamu peka sekali! Dan alasannya benar-benar ada di dalam sejarah kata itu sendiri.
Coba tebak: menurut kamus resmi, apa arti asli kata “ramal”?
Jawabannya: “pasir”. Betul, pasir yang di pantai itu!
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, lema ramal tercatat sebagai kata arkais yang berarti “pasir”, lebih tepatnya “pasir yang dipakai untuk melihat nasib atau mengetahui apa yang akan terjadi”.
Kata ini berakar pada praktik lama menaburkan pasir lalu membaca pola yang terbentuk untuk mengetahui nasib seseorang. Karena itu, bentuk turunannya meramal pun didefinisikan sebagai “melihat nasib orang dengan membuka ramal”.
Hehe, kurang lebih begitu asal-usulnya!
Memang sekarang artinya sudah melebar — KBBI juga mencatat “meramalkan” sebagai “melihat (menduga) keadaan yang akan terjadi”. Tapi bau pasir itu tidak pernah benar-benar hilang. Itulah kenapa kalimatmu tadi terasa janggal.
Bandingkan dengan bahasa Inggris. Kata “predict” lahir dari ruang yang sama sekali berbeda: bahasa Latin “praedicere”, yang isinya cuma “mengatakan lebih dulu”. Tidak ada pasir, tidak ada nasib, tidak ada perdukunan.
Inilah selisih suhu antara kedua bahasa:
Selisih suhu “predict” vs “meramalkan”
predict ⇒ netral sepenuhnya. Ilmuwan, dokter, ekonom, dan peramal kartu sama-sama memakainya tanpa terdengar aneh.
meramalkan ⇒ membawa aroma nasib, primbon, dan hal gaib. Untuk cuaca masih aman karena “ramalan cuaca” sudah jadi ungkapan sehari-hari, tapi begitu subjeknya manusia, nuansanya langsung berubah jadi dukun.
⇒ Karena itu, “predict” tidak selalu bisa diterjemahkan jadi “meramalkan”.
Lalu, “predict” sebaiknya diterjemahkan jadi apa?
Aturan praktisnya sederhana. Kalau kalimatnya bersifat ilmiah, resmi, atau berbasis data, pakai memprediksi atau memperkirakan. Simpan meramalkan khusus untuk konteks yang memang ingin terdengar mistis.
Coba rasakan bedanya
●Doctors predict he will make a full recovery.
◎「Dokter memprediksi dia akan pulih sepenuhnya.」⇒ Wajar, terdengar profesional.
△「Dokter meramalkan dia akan pulih sepenuhnya.」⇒ Seolah dokternya membaca garis tangan pasien.
●The fortune teller predicted that she would marry a rich man.
◎「Peramal itu meramalkan bahwa dia akan menikah dengan orang kaya.」⇒ Di sini “meramalkan” justru pilihan terbaik.
●Scientists predict a rise in sea levels.
◎「Ilmuwan memprediksi kenaikan permukaan air laut.」
◎「Ilmuwan memperkirakan kenaikan permukaan air laut.」⇒ Dua-duanya aman.
Itu rangkuman yang sempurna! Aku suka cara kamu bilangnya.
Dan berlaku sebaliknya juga lho: kalau kamu ingin memberi kesan gaib dalam bahasa Inggris, “predict” saja tidak cukup — kamu perlu naik kelas ke “foretell” atau “prophesy”.
Di mana posisi “memperkirakan” dan “prakiraan”?
Masih ada satu kata lagi yang sering tertukar: memperkirakan, yang berakar pada kata kira.
KBBI mendefinisikan memperkirakan sebagai “membuat perhitungan kira-kira; menduga (tentang suatu perhitungan)”. Perhatikan kata kuncinya: perhitungan. Fokusnya ada pada menaksir besaran secara kasar, dan tidak harus menyangkut masa depan.
Karena itu, “memperkirakan” sering kali lebih dekat ke estimate daripada ke “predict”.
Contohnya begini. Kalau kamu melihat kerumunan lalu bilang “aku memperkirakan ada 200 orang di sana”, itu bukan soal masa depan sama sekali, ya kan?
Kalimat Inggrisnya jadi “I estimate there are about 200 people.” — bukan “predict”.
Lalu ada prakiraan, kata yang mungkin kamu lihat di siaran resmi cuaca. KBBI mendefinisikan memprakirakan sebagai “melakukan peramalan tentang suatu peristiwa berdasarkan hasil perhitungan rasional”.
Lihat frasa “berdasarkan hasil perhitungan rasional” itu — persis definisi forecast dalam bahasa Inggris! Jadi kalau kamu bingung membedakan “predict” dan “forecast”, pasangan Indonesianya bisa jadi jangkar ingatan yang bagus.
Peta padanan yang bisa langsung kamu pakai
●predict ⇒ memprediksi / memperkirakan
(pilihan default, netral, bisa masuk ke hampir semua konteks)
●forecast ⇒ memprakirakan / prakiraan / ramalan cuaca
(ada data, ada rentang waktu; cuaca, ekonomi, penjualan)
●estimate ⇒ memperkirakan / menaksir
(menaksir angka dan jumlah, belum tentu soal masa depan)
●foretell / prophesy ⇒ meramalkan / menubuatkan
(nasib, nubuat, kekuatan di luar nalar)
Asal-usul kata “predict”: dari bahasa Latin “mengatakan lebih dulu”
Sekarang mari kita gali sedikit lebih dalam soal sejarah kata ini, karena di sinilah ingatanmu akan benar-benar terkunci.
Sumber langsungnya adalah bahasa Latin “praedicere”, yang berarti “mengatakan lebih dulu, memberitahukan sebelumnya, memperingatkan”. Kata itu sendiri tersusun dari “prae-” (sebelum) + “dicere” (berkata) — persis seperti struktur yang kita bahas di awal artikel.
Menariknya, urutan masuknya ke bahasa Inggris agak terbalik dari yang kamu duga.
Menurut kamus etimologi daring Etymonline, bentuk kata benda “prediction” justru muncul lebih dulu, sekitar tahun 1560-an, lewat bahasa Prancis. Baru kemudian, sekitar tahun 1620-an, kata kerja “predict” muncul — sebagian sebagai bentukan balik (back-formation) dari kata benda tersebut.
Iya, unik ya! Peristiwa seperti itu memang kadang terjadi dalam sejarah bahasa Inggris.
Dan kalau ditarik lebih jauh lagi, “dicere” berakar pada akar kata Proto-Indo-Eropa *deik- yang berarti “menunjukkan” atau “mengucapkan dengan khidmat”. Jadi “dict” itu bukan sekadar “ngomong” — ada nuansa menyatakan dengan bobot.
Akar Proto-Indo-Eropa: *deik- (menunjukkan, mengucapkan dengan khidmat)
↓
Bahasa Latin: dicere (berkata) + prae- (sebelum) = praedicere (mengatakan lebih dulu)
↓ (lewat bahasa Prancis, tahun 1560-an)
Bahasa Inggris Pertengahan: prediction (ramalan, pernyataan tentang masa depan)
↓ (bentukan balik, tahun 1620-an)
Bahasa Inggris modern: predict (memprediksi)
Menghafal lewat komponen: “pre-” + “dict”
Bagian paling menguntungkan dari kata ini adalah: kedua komponennya sangat produktif. Sekali kamu pahami, puluhan kata lain ikut terbuka.
“pre-” berarti “sebelum, lebih dulu, di depan”
Awalan ini mungkin sudah kamu kenal, karena bahasa Indonesia juga menyerapnya lewat kata seperti “prasejarah” dan “prakiraan” (dengan bentuk “pra-“).
- preview: “view” (melihat) + “pre-” (sebelum) ⇒ melihat lebih dulu, pratinjau
- prepare: “pare” (menyiapkan) + “pre-” (sebelum) ⇒ mempersiapkan
- prevent: “vent” (datang) + “pre-” (di depan) ⇒ mendahului untuk menghalangi, mencegah
- prehistoric: “historic” (sejarah) + “pre-” ⇒ prasejarah
- premature: “mature” (matang) + “pre-” ⇒ terlalu dini, prematur
“dict” berarti “berkata, mengucapkan”
Nah, bagian “dict” ini adalah harta karun sesungguhnya!
Kata yang pasti kamu kenal: “dictionary”. Kamus adalah buku berisi kumpulan “kata-kata yang diucapkan” — dari situlah namanya berasal.
- dictionary: kumpulan kata yang diucapkan ⇒ kamus
- dictate: mengucapkan agar ditulis orang lain ⇒ mendikte, mendiktekan
- dictator: orang yang ucapannya jadi hukum ⇒ diktator
- contradict: “contra-” (berlawanan) + “dict” ⇒ berkata bertentangan, membantah
- verdict: “ver-” (benar) + “dict” ⇒ “ucapan yang benar” ⇒ putusan hakim, vonis
Menyenangkan ya kalau tahu hubungannya!
Dan ada satu keuntungan lagi buat kamu sebagai penutur bahasa Indonesia: kata “prediksi” dan “prediktif” sudah ada di kepalamu sejak lama. Artinya kamu sebenarnya sudah memiliki kata ini — tinggal memasang cara baca dan pola kalimat yang benar di atasnya. Jauh lebih ringan daripada menghafal dari nol, ya kan?
Rangkuman: arti, cara baca, dan cara pakai “predict”
Berikut rangkuman semua yang sudah kita bahas.
●“predict” tersusun dari “pre-” (sebelum) + “dict” (berkata)
⇒ Gambaran intinya: “mengatakan sesuatu lebih dulu, sebelum hal itu terjadi”
⇒ Artinya: memprediksi, memperkirakan, meramalkan
●Cara baca: /prɪˈdɪkt/ ⇒ “pri-DIKT”
⇒ Suku kata pertama bukan “pré” tapi “pri”; tekanan di suku kata kedua; akhiran “-ct” diucapkan /kt/ tanpa vokal tambahan
●Pola kalimat: predict that … / predict + kata benda / predict what-whether / be predicted to … / as-than predicted
⇒ Bentuk kata bendanya “prediction”, dan pasangannya adalah make a prediction
●predict vs forecast: “predict” adalah payung besar yang bisa dipakai untuk apa saja; “forecast” khusus untuk prakiraan berbasis data dengan rentang waktu (cuaca, ekonomi, penjualan)
⇒ Kalau ragu, pilih “predict”
●Saat menerjemahkan: “predict” itu netral, jadi umumnya jadi “memprediksi” atau “memperkirakan”
⇒ “Meramalkan” membawa aroma pasir dan nasib (KBBI: ramal = pasir untuk melihat nasib), jadi simpan untuk konteks yang memang mistis — padanan Inggrisnya lebih dekat ke “foretell” atau “prophesy”
Bagaimana? Satu kata kecil, tapi begitu dibongkar sampai ke akarnya, ternyata isinya banyak sekali ya!
Kalau kamu ingat satu hal saja dari artikel ini, ingatlah bahwa “predict” itu netral. Sisanya akan mengikuti dengan sendirinya.
Etymonline (Online Etymology Dictionary), lema “predict” dan “prediction”
Longman Dictionary of Contemporary English, lema “predict” dan “forecast”
Wiktionary, lema “predict”
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lema “prediksi”, “ramal”, “kira”, dan “prakira”